“Ini ruangan mertua saya. Kemungkinan besok beliau sudah dipindahkan ke rutan,” ucap Cipta sambil berhenti tepat di depan pintu ruangan itu. Ia mengetuk pelan, lalu mendekat. “Ma…” panggilnya lembut, nyaris berbisik. “Eh… Cipta,” sahut Martha. Ia tersenyum tipis, lalu melirik ke arah Rangga yang berdiri di belakang menantunya, sorot matanya penuh tanda tanya. “Siang, Bu,” ucap Rangga sambil tersenyum ramah. Ia melangkah maju satu langkah dan menjabat tangan Martha dengan sopan, berusaha menenangkan suasana yang terasa kaku sejak awal. “Ah… ini Rangga, ya? Teman kuliah Rain?” tanya Martha sambil tersenyum, menatapnya lekat. “Iya, Bu. Saya Rangga. Masih ingat, Bu?” tanya Rangga balik dengan nada sopan. “Ingat, lah… kamu sering banget main ke rumah dulu,” ucap Martha antusias. Ia menyipitkan mata sejenak, berusaha mengingat. “Sama siapa lagi itu… tiga orang lagi, ya. Aduh, Tante lupa juga sih namanya. Tapi kalau lihat orangnya, pasti Tante ingat,” lanjutnya sambil terkekeh keci
Last Updated : 2026-01-18 Read more