2 bulan kemudian. Hari berlalu begitu cepat, Diana bukan berubah menjadi lebih baik namun ia masih memiliki hati dengan memaksakan makanan untuk Reza. Yah, walau dengan setengah hati, setidaknya pria keparat itu masih hidup. "Dia sama sekali tidak mencurigakan, apa yang bisa kulakukan untuk mencari barang itu?" Saat ini Diana berbaring di atas ranjang sutra yang lembut, di sampingnya Bram memeluknya erat. Kelamin mereka masih menyatu setelah percintaan yang panas. Pada akhirnya, Diana hanya bisa pasrah saat pria itu menyeretnya ke ranjang untuk memuaskan hasrat, setidaknya imbalan yang pria itu berikan cukup membuatnya senang. "Kenapa tidak kau bunuh saja langsung? Kau bisa mengancamnya, Ahh..." Karena Diana yang terus berbicara sejak beberapa saat lalu, Bram menghentak pinggulnya kasar. Segaris bibirnya melengkung saat desahan kembali terdengar. "Nanti akan kupikirkan. Untuk sekarang...." Bram kembali mendaratkan ciuman ke tubuh Diana yang telanjang. Tangannya meremas
Last Updated : 2026-01-25 Read more