Arion menarik napas panjang. Ia melepaskan jaketnya, lalu menyelimuti tubuh Kayla agar tidak semakin kedinginan. Setelah itu, ia duduk di sampingnya, punggungnya bersandar ke dinding gua. Di luar, hutan semakin gelap. Suara malam mulai lengkap serangga, burung malam, dan angin yang sesekali berdesir. Arion melirik keluar gua, lalu kembali menatap Kayla. “Tim SAR… Miko… mereka pasti nyari kita,” ucapnya pelan, lebih seperti menenangkan diri sendiri. “Kita tunggu di sini, ya.” Kayla mengangguk lagi, kali ini lebih pelan. Tangannya bergerak, tanpa sadar meraih ujung jaket Arion. Jari-jarinya menggenggam erat, seolah takut jika Arion pergi. Arion terdiam. Dadanya menghangat melihat itu. Tanpa ragu, ia menggenggam tangan Kayla, mengusapnya perlahan. “Aku gak ke mana-mana,” ucapnya pasti. “Aku di sini sama kamu.” ‘’Aku gak takut mati, tapi—” Kayla menarik napas nya panjang, ‘’Aku fikir, aku akan kalah karena penyakitku, tapi tern
Last Updated : 2025-12-19 Read more