Mag-log in"Aku kira, aku satu-satunya dihatimu. tapi ternyata aku hanya salah satunya!" "Ra, Anna itu adik kamu. kenapa kamu harus cemburu?" "Oh, kalau gitu, Aga juga sahabat mu, jadi kamu juga jangan cemburu!" ___ Arabella tak pernah menyangka, hidupnya akan berubah hanya karena satu orang, anak angkat yang tiba-tiba datang dan mencuri segalanya keluarga, perhatian, dan cinta pertamanya. Tersesat dalam kemarahan dan rasa sakit, Ara mencari pelarian. Tapi pelariannya bukan sekadar pelampiasan, melainkan dosa yang tak bisa dihapus, mencintai sahabat pacarnya sendiri. Ini bukan hanya kisah tentang cinta dan pengkhianatan. Ini tentang perempuan yang kehilangan segalanya, lalu memilih untuk menghancurkan apa pun yang tersisa.
view moreUdara di dalam *grand ballroom* itu mendadak sunyi, seolah waktu berhenti berdetak tepat saat pintu jati besar di ujung ruangan terbuka. Alunan musik kecapi suling yang mendayu-dayu mulai mengalun, membawa suasana sakral adat Sunda ke tengah kemegahan hotel bintang lima tersebut. Lalu, sosok itu muncul. Mikhayla melangkah perlahan dengan keanggunan yang menghipnotis setiap pasang mata. Ia mengenakan kebaya putih panjang berbahan brokat premium yang bertabur payet kristal, berkilau indah setiap kali terkena pantulan lampu kristal. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah Siger Sunda yang bertahta di kepalanya. Mahkota perak yang melambangkan kehormatan dan kearifan itu tampak begitu kokoh, dengan ronce melati yang menjuntai lembut hingga ke dadanya, menebarkan aroma harum yang menenangkan. Wajahnya dirias dengan begitu sempurna flawless namun tetap menonjolkan kecantikan a
Lantai aula *ballroom* hotel bintang lima itu berkilau tertimpa cahaya lampu kristal yang menggantung megah di langit-langit setinggi sepuluh meter. Aroma bunga lili segar dan mawar putih menyeruak di setiap sudut, menciptakan atmosfer yang begitu elegan sekaligus sakral. Hari ini bukan sekadar perayaan penyatuan dua insan, melainkan sebuah simfoni takdir yang selama puluhan tahun tertunda.Di barisan depan, dekat altar yang dihiasi juntaian bunga melati, berdiri dua pasang orang tua yang menjadi pusat perhatian. Aga dan Ara, orang tua Arion, berdiri berdampingan dengan Rafi dan Marsha, orang tua Mikha. Pemandangan itu mengundang decak kagum sekaligus haru bagi tamu-tamu lama yang mengenal sejarah mereka.Dahulu, di masa muda mereka, Ara dan Rafi pernah menjalin kasih yang begitu dalam. Namun, tembok ego dan kesalahpahaman masa lalu memisahkan mereka hingga masing-masing menemukan pelabuhan hati yang lain. Siapa yang menyangka bahwa puluhan tah
Waktu adalah pencuri yang paling kejam, sekaligus penyembuh yang paling sabar. Janji Arion yang awalnya hanya terucap untuk satu atau dua bulan, nyatanya tertelan oleh realitas medis yang jauh lebih rumit di Jerman. Hari berganti minggu, minggu merayap menjadi bulan, hingga tanpa terasa satu tahun lebih dua bulan telah berlalu sejak keberangkatannya di bandara waktu itu.Bagi Mikha, setahun terakhir adalah ujian kesetiaan yang menguras air mata dan doa. Di bulan-bulan awal, komunikasi mereka begitu intens. Namun, memasuki bulan keenam, Arion sempat menghilang. Kabar yang sampai ke telinga Mikha melalui David hanyalah kabar buruk: prosedur operasi saraf saraf tulang belakangnya gagal total. Arion jatuh ke dalam lubang frustrasi yang dalam. Pria itu kembali menutup diri, merasa menjadi pecundang yang gagal menepati janji untuk pulang dengan kondisi yang lebih baik.Namun, Mikha tidak menyerah seperti dulu. Setiap hari, ia mengirimkan pesan suara,
"Sudah! Sudah! Kalian ini seperti anak umur lima tahun saja!" seru Marsha sambil mencoba melerai.Miko akhirnya berhenti, napasnya sedikit terengah namun matanya berkilat jahil. Ia kembali duduk di sofa, menyambar gelas air putih milik Mikha yang belum sempat diminum. "LDR itu ujian, Kha. Kalau baru mau ditinggal satu bulan saja sudah lemas begitu, bagaimana kalau nanti dia harus dinas ke bulan?"Mikha menghempaskan tubuhnya kembali ke sofa, mencoba merapikan rambutnya yang sudah menyerupai sarang burung akibat ulah Miko. "Satu sampai dua bulan, Mik! Dan dia ke Jerman bukan cuma kerja, tapi mau fisioterapi saraf juga."Mendengar kata 'fisioterapi', rahang Miko sedikit mengeras. Ia terdiam sejenak. Sebagai pria, ia tahu betul betapa berat beban mental yang dipikul Arion. "Oh... jadi dia serius soal pengobatannya?"Mikha mengangguk pelan, kemarahan bercandanya hilang, digantikan oleh tatapan sendu. "Dia bilang dia ingin berjuang sekali lag
Rafi tersentak. Ia mendekat cepat, menatap tangan Kayla yang masih berada dalam genggaman Marsha. Detik terasa berjalan sangat lambat. Lalu… kelopak mata Kayla bergetar. Sekali. Dua kali. “Ya Allah…” Rafi refleks menutup mulutnya sendiri. Perlahan
Air mata Kayla jatuh tanpa mampu ia tahan. Pertanyaan itu meluncur dari bibirnya dengan suara bergetar, seolah ia sendiri takut mendengar jawabannya. “Jadi… benar, aku anak kalian?” ulang Kayla lirih. Dadanya naik turun tak beraturan. “Aku… aku punya orang tua?” Marsha tak san
Marsha menarik napas panjang sebelum melanjutkan. Tangannya yang hangat masih menggenggam jemari Kayla, seolah takut jika dilepaskan sedikit saja, gadis itu akan kembali menghilang dari hidupnya. “Kayla…” suara Marsha bergetar, bukan karena ragu, melainkan karena emosi yang menyes
Deg!Rasanya seperti ada sesuatu yang jatuh menghantam dada Kayla. Udara di sekelilingnya terasa lebih berat. Senyum itu benar-benar lenyap, digantikan wajah pucat dan mata yang membesar menahan kaget. Tangannya yang tadi rileks kini mengepal di atas paha.Arion langsung mendekat. Ia












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore