Tanpa menjawab sapaan Erlangga, Vania lantas melangkah cepat ke ruang IGD. Erlangga hanya bisa memperhatikan hingga istrinya hilang dibalik pintu. Kemudian melangkah ke parkiran dan pergi dengan mobilnya.Semenyakitkan apapun, ia memang harus jujur pada Vania. Nanti, setelah mamanya sembuh dan kembali ke rumah. Erlangga akan mencari waktu yang tepat untuk menemui istrinya.🖤LS🖤"Selamat pagi, Dok," sapa Alina ramah pagi itu. "Pagi, Mbak Alina," jawab Vania saat mereka bertemu di lorong klinik. Alina baru datang untuk menemani mamanya, karena tadi malam ia pulang ke rumah. Erlangga dan Mbok Mi yang menemani Bu Ambar di klinik."Mau pulang, Dok?""Iya, Mbak.""Hari ini Mama saya sudah bisa pulang, kan?""Insyaallah. Mungkin siang atau sore. Nanti dokter Fatimah yang memutuskan.""Oke. Makasih, Dok. Oh ya, kapan-kapan saya undang dokter Vania ke rumah kami. Biar sopir yang jemput."Vania termangu sejenak. Dia kaget dengan pelawaan itu. Bingung hendak menolak atau menerimanya. "Nanti
Terakhir Diperbarui : 2025-07-30 Baca selengkapnya