Mobil melaju perlahan meninggalkan area pemakaman. Pohon-pohon tua di kiri kanan jalan berbaris rapi, dedaunan mereka bergoyang pelan tertiup angin pagi. Kyora menatap keluar jendela, pikirannya masih tertinggal di antara nisan marmer dan doa-doa yang tak sempat ia ucapkan selama bertahun-tahun.Ludovic tidak mengganggunya. Ia membiarkan keheningan mengalir. Sesekali ia melirik Kyora, memastikan wajahnya sudah kembali ceria, bahwa kesedihan itu tidak lagi menenggelamkannya terlalu dalam.“Kita tidak harus kembali ke mansion sekarang,” ucap Ludovic akhirnya, suaranya rendah dan hangat. “Ada sebuah tempat yang ingin kutunjukkan padamu. Jika kau tidak keberatan.”Kyora menoleh. Tatapannya bertemu dengan mata Ludovic yang tidak mengintimidasi seperti biasanya. Ada sesuatu yang berbeda di sana kelembutan yang hangat.“Ke mana?” tanyanya.“Sebuah taman lama,” jawab Ludovic singkat. “Tidak jauh dari sini.”Kyora ragu sejenak, lalu mengangguk. “Baik.”Mobil berbelok ke jalan kecil yang dipen
Última actualización : 2026-02-02 Leer más