Pagi datang, cahaya lembut itu menimpa permukaan air di bathtub besar, memantulkan kilau keemasan yang menenangkan. Uap hangat memenuhi udara, membawa aroma esensial dan bunga yang samar.“Airnya apa sudah cukup hangat?” suara Ludovic terdengar rendah, nyaris tenggelam oleh gemercik air.Kyora mengangguk kecil. “Hangat.”Kyora bersandar pada dada Ludovic, punggungnya nyaman di pelukan lelaki itu. Air hangat merengkuh tubuh mereka, seolah ikut menenangkan sisa-sisa lelah semalam yang masih tertinggal.Ludovic memeluknya dari belakang, dagunya bertumpu ringan di bahu Kyora, lengannya mengikat dengan kepemilikan yang lembut.“Apa semalam aku bermain terlalu kasar?” gumamnya pelan, napasnya menghangatkan kulit Kyora.“Jika tidak, aku tak akan seremuk ini,” jawab Kyora lirih."Maaf, aku selalu kehilangan kendaliku." Ludovic semakin menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Kyora.Kyora tersenyum, matanya terpejam. Jarinya mengusap lembut pipi Ludovic. “Aku tidak ingat kapan terakhir kali bere
더 보기