Mata Clarissa berkaca-kaca. “Aku rindu,” bisiknya tiba-tiba, jujur. Ia menatap Cedric dengan lekat.Cedric terdiam. Dadanya terasa sesak. Ia menyimpan rindu terlalu lama. “Aku juga,” jawabnya akhirnya, suara serak. “Setiap hari.”Clarissa tak mampu menahannya lagi. Ia bersandar ke dada Cedric, tangisnya pecah.Cedric memeluknya erat, membiarkan gadis itu menumpahkan segala kesedihannya malam itu. Argh, mengingat kejadian tadi, darahnya berdesir hebat. Rasanya ia akan menyesal seumur hidup jika terlambat tidak datang menyelamatkan wanitanya. Di tengah pelukan, tangisan Clarissa mulai reda. Ia merintih kesakitan. Cedric langsung menguraikan pelukannya. “Aku akan mengobatimu,” katanya dengan suara lembut. Clarissa diam, wajahnya masih syok. Namun ia juga tak tahan untuk bicara jujur. Tubuhnya terasa remuk redam. Belum kering luka akibat ibunya, kini luka baru ia rasakan. Luka akibat terjatuh dan dilukai oleh bandit tadi. Cedric menyentuh jubah Clarissa, bermaksud melepasnya. Clariss
Last Updated : 2025-12-15 Read more