Senja baru saja turun ketika Leon menggenggam tangan Ana, membawanya melewati gerbang belakang istana menuju kereta kecil tanpa lambang kerajaan. Hanya dua ekor kuda, satu kusir, tanpa pengawal. Malam itu, Leon hanya ingin menghabiskan waktu berdua bersama Ana. ia ingin meminta maaf padanya atas kesalahpahaman tempo hari. Hem, sebetulnya Leon tidak salah. Yang salah itu Isabella yang seenak jidatnya main peluk suami orang. Namun tetap saja Leon merasa bersalah karena Ana memilih mendiamkannya cukup lama. Ana menatap Leon curiga.“Kita mau ke mana? Kita meninggalkan anak-anak,”“Di tangan yang aman,” jawab Leon lembut. “Pengawal, tabib, dan dayang kepercayaan. Mereka tidur nyenyak. Dan ibu mereka butuh bernapas sejenak.”Ana tidak berani bertanya lagi. Ia menaiki kereta berdua dengan Leon.Kereta berhenti di tepi danau kecil di luar kota yang tenang, remang, diterangi lampu-lampu batu yang menyala lembut. Sebuah meja bundar sudah disiapkan di bawah pohon willow besar, dengan kain put
Terakhir Diperbarui : 2025-12-11 Baca selengkapnya