Remang-remang cahaya pagi sudah mulai terlihat di upuk timur.Deringan suara telepon terdengar, membangunkan Marizawa dari tidur lelapnya. Dengan lemah Marizawa bangkit untuk mengambil handpone, dilihatnya nama Catelyna yang tertera di layar. Tanpa buang waktu, Marizawa segera mengangkatnya. Kebetulan sekali, Marizawa pun berencana akan pergi ke kediaman Catelyna untuk membujuknya mereka tinggal bersama.“Nyonya Marizawa, maaf sudah mengganggu waktu Anda sepagi ini,” sapa Catelyna di sebrang sana.“Tidak. Tentu tidak sama sekali, ada apa Catelyna?” tanya Marizawa seraya memijat keningnya yang berdenyut sakit. Sepanjang malam Marizawa gelisah kesulitan tidur.“Saya memiliki masalah besar disini. Saya berencana membawa Isela pada Anda,” ungkap Catelyna terdengar ragu.“Maksudmu apa?”Keheningan sempat terjadi, butuh waktu hampir setengah menit untuk mendengar Catelyan menjawab, “Saya akan serahkan Isela pada Anda, neneknya. Isela akan tumbuh bersama Anda keluarganya. Tolong terima Is
Last Updated : 2025-11-26 Read more