Isela: Putri yang Terbuang

Isela: Putri yang Terbuang

last updateLast Updated : 2025-07-22
By:  AsayakeOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
18views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Diantar kabur oleh ibunya dari kejaran muncikari, Isela pergi ke ibukota untuk berjumpa dengan ayahnya. Isela pergi dengan harapan bahwa dia bisa melanjutkan sekolah dan mendapatkan pengobatan pada satu matanya yang mengalami kebutaan. Namun harapan itu hancur, alih-alih diperkenalkan sebagai putri Grayson Benjamin. Isela justru diperkenalkan sebagai pelayan baru untuk ketiga anak Grayson. Isela sangat kecewa, namun dia tidak memiliki pilihan lain selain bertahan meski statusnya sebagai putri Grayson tersembunyikan. Dapatkah Grayson menerima Isela ketika dia tahu gadis itu putrinya, atau justru Isela menemukan rumah baru dari seseorang yang datang tidak terduga dalam hidupnya?

View More

Chapter 1

Chapter 1

Sebuah sedan hitam bergerak cepat melintasi kegelapan malam yang berkabut, suara mesin yang kasar terdengar berdecit setiap kali dipaksakan untuk melaju lebih kencang.

Catelyna menghisap rokoknya dalam-dalam, menyebarkan asap didalam sedan yang tengah dia kendarai, wajah cantiknya terlihat penuh dengan luka lebam sampai bibirnya mengalami robekan dengan sisa-sisa darah yang mengering.

Di sisi Catelyna, terdapat seorang gadis muda yang tengah memeluk erat tasnya dengan gelisah, dua pasang bola mata yang berbeda warna itu memandangi spion dengan penuh ketukan, dalam hatinya dia tidak berhenti merapalkan do’a agar orang-orang yang mengejar mereka tidak dapat menyusul.

“Ibu akan mengantarmu sampai halte, akan ada bus terakhir yang lewat sebentar lagi menuju ibukota. Katakan pada sopirnya agar kau berhenti di taman kota, di sana kau akan bertemu dengan seseorang bernama Lilith, dia akan membawamu ke rumah ayahmu,” ucap Catelyna.

“Kenapa aku harus pergi sendiri? Kita bisa pergi berdua,” bisik Isela dengan suara bergetar menahan tangisan.

“Kau lupa aku ini siapa? Aku ini pelacur, mana ada orang yang mau menerima kehadiran seorang pelacur di rumahnya. Jika aku memaksakan diri pergi denganmu, kau akan kembali mendapatkan masalah karena pekerjaanku.”

Bibir Isela terkatup rapat menelan kepedihan menghadapi kenyataan bahwa ini adalah malam terakhirnya bersama ibunya.

“Kenapa, baru sekarang Ibu memberitahu bahwa aku memiliki ayah?” bisik Isela nyaris tidak terdengar.

Catelyna menggenggam erat kemudinya, sorot matanya berubah sendu menyembunyikan begitu banyak perasaan bersalah yang sulit untuk dia ungkapkan.

Ada banyak alasan mengapa selama ini dia diam, namun Catelyna tidak ingin menjelaskannya karena itu akan sangat melukai hati Isela.

Ada rahasia besar yang harus Catelyna simpan, dan orang yang berhak membuka rahasia itu bukanlah Catelyna, melainkan orang lain.

Sebentar lagi, rahasia itu pasti akan segera Isela dengar setelah dia berjumpa ayahnya, dan Catelyna harus siap jika pada akhirnya Isela tidak lagi bersedia menemuinya.

“Kau tidak perlu bertanya apapun dan kau tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak perlu. Ayahmu pasti akan mengobati matamu dan menyekolahkanmu. Jadi, kau tidak perlu menangisi kehidupan miskin yang akan segera kau tinggalkan, kau harus bahagia disana dan lupakan saja aku.”

“Aku juga bahagia saat bersama Ibu.”

“Tapi aku tidak bisa menjamin masa depanmu Isela, karena itu kau harus pergi,” jawab Catelyna dengan suara yang meninggi untuk menutupi kesedihannya.

Sebagai seorang ibu yang sudah mengurus Isela selama 17 tahun lamanya, sangat berat untuk Catelyna melepas putrinya begitu saja, disisi lain Catelyna sadar bahwa ini adalah keputusan yang terbaik untuk masa depan putrinya.

Catelyna tidak akan membiarkan Isela melalui jalan yang sama seperti dirinya.

Meski Isela hidup dengan mamakan hasil uang dari dirinya menjadi seorang wanita penghibur, Isela harus harus hidup lebih baik dari Catelyna.

Catelyna tidaklah membuang Isela, dia hanya mengembalikan Isela pada keluarga dan tempat seharusnya.

Jari-jari kurus Isela saling bertautan dipangkuan, gadis itu membuang muka menyembunyikan tangisan pedihnya, semakin jauh mereka melakukan perjalanan, semakin dekat pula waktu perpisahannya dengan sang ibu.

“Bisakah suatu hari nanti kita bertemu?”

“Sebaiknya tidak perlu, setelah menjadi anak dari keluarga terhormat, kau tidak perlu mengenal orang sepertiku lagi,” jawab Catelyna menolak.

Tangan Isela meremas kuat tasnya, air mata yang telah dia tahan kembali berjatuhan membasahi pipi, “Kau adalah Ibuku.”

Catelyna tersenyum menelan kesedihan. “Kau boleh menemuiku, setelah nanti kau bisa membuktikan bahwa kau bisa hidup lebih baik dariku.”

“Suatu hari nanti aku akan membawa Ibu dari tempat terkutuk itu,” lirih Isela kembali menangis, menyembunyikan wajahnya dibalik tas yang dia peluk.

Catelyna adalah seorang penari erotis di rumah bordil, seorang wanita penghibur bagi para pria hidung belang yang mencari kesenangan.

Karena pekerjaan Catelyna, sejak kecil Isela pun akhirnya tinggal di rumah bedeng kawasan bordil, menyaksikan setiap kejahatan dan kemaksiatan.

Saat memasuki bangku sekolah, Isela mulai merasakan bagaimana sulitnya memiliki ibu seorang wanita penghibur, dia kerap kali menjadi sasaran bully dan mendapatkan hinaan orang-orang.

Catelyna telah berusaha untuk berhenti dari pekerjaannya, namun sang muncikari tidak pernah membiarkan hal itu terjadi. Catelyna hanya boleh berhenti asalkan mampu membayar tebusan dalam jumlah yang sangat besar. Sementara Catelyna tidak memiliki siapapun untuk bisa membantunya.

Kini masalah kembali bertambah, muncikari itu berencana menggantikan Catelyna yang sudah mulai tua, dengan Isela tepat setelah nanti dia lulus sekolah SMA.

Semalam, Catelyna bertengkar hebat dengan muncikari itu kala mencoba mengambil Isela untuk dibawa ke rumah khusus. Sebisa mungkin Catelyna bertahan menghalanginya meski harus dipukuli sampai babak belur.

Ditengah malam saat semua orang mulai beristirahat, Catelyna meminta Isela untuk segera beres-beres dan membawanya pergi meninggalkan kota dengan mobil curian milik muncikari.

Isela cukup terkejut saat Catelyna bercerita bahwa dia memiliki ayah bernama Grayson Benjamin dan mulai besok Isela akan tinggal dengannya.

Isela tidak dapat menolak permintaan ibunya karena dia tahu, Catelyna ingin Isela aman.

Catelyna memegang erat kemudi dan berkendara secepat mungkin melewati beberapa kendaraan didepannya.

“Turun Isela!” perintah Catelyna begitu memarkirkan mobilnya di depan halte perbatasan kota.

Isela melompat keluar membawa tas dan kopernya, dilihatnya Catelyna dengan air mata berlinangan, menatap ibunya dengan lekat, meresapi wajahnya yang akan sangat dia rindukan.

Catelyna yang telah berusaha tegar sepanjang malam akhirnya tangisannya terpecah, wanita itu mendekat terburu-buru dan memeluk Isela dengan erat, mengecupi wajah putrinya yang telah basah oleh air mata.

“Jaga kehormatanmu Isela, jangan pernah seperti ibu. Jika nanti kita tidak sengaja bertemu dan kau malu melihat ibu, bersikap asinglah, ibu tidak akan pernah marah. Kau harus sehat dan selalu menjadi anak yang baik, janji Isela?”

Air mata Isela kian berderai merintih pilu, Isela mengangguk dengan berat.

Perlahan pelukan Catelyna mengurai, melepas pergi putrinya. “Pergilah Isela.”

Kaki Isela terpaku ditempatnya, begitu berat harus pergi, satu gerakan saja kakinya melangkah membelakangi Catelyna, maka itu adalah perpisahan mereka.

“Pergi Isela!” bentak Catelyna agar putrinya tidak membuang waktu.

Akhirnya, Isela pun berbalik dan berlari masuk ke dalam bus yang kebetulan sudah berhenti menunggu akan akan segera berangkat.

Catelyna terisak memandangi kepergian Isela yang harus dia relakan dengan ikhlas.

Catelyna akhirnya memasuki mobilnya, pergi melanjutkan perjalanan untuk mengecoh orang-orang yang telah mengejarnya.

Dan benar saja, van hitam yang telah mengejarnya selama berjam-jam mulai kembali terlihat dari belakang.

Catelyna berkendara secepat yang dia bisa selama itu bisa melancarkan kepergian Isela. Catelyn sadar bahwa dia akan menerima hukuman yang setimpal setelah mencuri mobil dan sejumlah uang untuk bekal Isela.

Catelyna tidak menyesal telah melakukannya, selama dia berhasil membebaskan Isela, itu sudah lebih dari cukup baginya meski bagian yang terburuknya dia akan dilenyapkan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status