Keheningan yang mencekam di dalam ruang persalinan itu mendadak pecah oleh sebuah suara yang paling dinantikan di seluruh jagat raya.Sebuah lengkingan tajam, murni, dan penuh energi, suara tangisan pertama yang menggema, memantul di dinding-dinding steril dan merobek ketegangan yang sedari tadi menghimpit paru-paru semua orang di sana.“Oek! Oek! Oek!”Suara itu kecil, namun bagi Jason, volumenya mengalahkan deru mesin jet pribadi atau sorak-sorai kemenangan bisnis yang pernah ia raih.Dunia seolah berhenti berputar sejenak. Jason, yang rambutnya masih berantakan akibat jambakan maut Ariana beberapa menit lalu, mematung di tempatnya berdiri.Kedua tangannya yang besar masih menggenggam pinggiran ranjang, namun seluruh kekuatannya seolah menguap saat ia melihat Dokter Sarah mengangkat sesosok makhluk kecil yang mungil dan kemerahan.“Selamat, Tuan dan Nyonya Lubis,” suara Dokter Sarah terdengar penuh haru di balik masker medisnya. “Seorang putri yang sangat cantik dan sehat.”Jason te
Huling Na-update : 2026-02-02 Magbasa pa