Malam kembali jatuh menyelimuti kediaman Lubis, namun kegelapan kali ini terasa berbeda.Meskipun ribuan sensor keamanan telah dipasang dan puluhan penjaga elit berpatroli di setiap sudut taman, udara di dalam kamar utama masih terasa menyesakkan bagi Ariana.Setelah hari yang panjang penuh tangisan dan dekapan, ia akhirnya jatuh tertidur karena kelelahan yang luar biasa. Namun, alam bawah sadarnya tidak mengizinkannya beristirahat dengan tenang.Di dalam mimpinya, semuanya kembali terjadi. Suasana sunyi yang mencekam, pintu kamar yang terbuka sedikit, dan pemandangan Rina serta Dita yang terkapar tak berdaya.Dalam mimpi itu, sosok Berta tampak lebih raksasa, lebih mengerikan, dengan seringai yang menyentuh telinga. Ariana melihat dengan jelas moncong pistol hitam itu menempel kuat di pelipis mungil Steve.Dia mencoba berteriak, namun suaranya tercekat di tenggorokan. Ia mencoba berlari, namun kakinya terasa tertanam di lantai marmer yang dingin.DOOR!“TIDAK! JANGAN!”Ariana tersent
Terakhir Diperbarui : 2026-01-26 Baca selengkapnya