Saat tiba di rumah Dita, Erika melihat kondisi sahabatnya yang jauh lebih baik. Wajah Dita mulai merona, tidak sepucat kemarin."Kamu bawa Kayla, Erika? Cepat tidurin di kasur, dia pasti cape," ucap Dita."Nanti Kayla berantakin kasurmu," sahut Erika yang merasa tak enak.Dita tak mau menerima alasan Erika tentu tak mau mengalah. "Kalau berantakan 'kan bisa dibereskan, tapi kalau Kayla capek terus sakit, kamu yang repot." Akhirnya Erika membuka gendongannya dan meletakkan Kayla ke atas kasur, bayi itu masih tegak duduk sembari memindai ruangan yang baru pertama kali dia lihat.Baik Erika maupun Dita langsung tertawa pelan saat melihat tingkah lucu Kayla."Er. Kayla pintar banget, nggak nangis meski kamu sering bawa pergi. Dan yang terpenting ... Kayla itu cantik dan menggemaskan," ucap Dita setelah terdiam beberapa saat."Terima kasih, Dit. Oh iya, apa kamu mau makan sekarang?" tanya Erika."Tentu saja mau dong," jawab Dita antusias.Erika segera membuka salah satu rantang dan mengu
Last Updated : 2025-12-17 Read more