Setelah Dita sedikit tenang, dia melepaskan pelukan Erika. "Maaf, aku tidak tahu harus bagaimana lagi.""Nggak apa-apa, Dit. Kamu memang perlu menangis, biar perasaanmu lega,' kata Erika lembut. "Bagaimana dengan pemakamannya?" tanya Erika yang lalu menggenggam tangan Dita."Keluarga Bang Edo sedang mengurus semuanya. Rencananya besok jam 10 akan pergi ke pemakaman dari rumah duka," jawab Dita dengan suara tercekat.Hosea maju sedikit, sementara Fani hanya diam di tempatnya semula."Dita, aku turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian Edo. Jika ada yang bisa kami bantu, jangan sungkan untuk memberitahu kami," ucap Hosea dengan nada prihatin.Dita mengangguk lemah. "Terima kasih, Kak Hosea, Erika," dia menatap Erika lagi dengan mata berkaca-kaca. "Pantas saja perasaanku tidak enak sejak semalam kami berpisah."Erika menatap Hosea dengan cemas, tetapi pria itu hanya menggeleng tipis, memberi isyarat agar Erika tidak banyak berbicara. Apalagi di tempat umum seperti ini."Jangan
Last Updated : 2025-12-05 Read more