Chapter 75Pria TerhormatAneesa merasakan lututnya goyah, tatapan Marcello seolah menembus jantungnya. Ia membuka bibirnya, tetapi tak sepatah kata pun terucap kemudian berakhir dengan bibirnya dicumbui oleh Marcello. Namun, ia tidak menolak ciuman Marcello. Bahkan menyambutnya dengan sangat terbuka kemudian membalasnya dengan hati-hati. Di ambang pintu, angin bertiup perlahan, membawa hawa dingin. Mereka beringsut masuk ke dalam pondok dan Marcello menutuo pintu menggunakan kakinya kemudian menciumi Aneesa dengan lebih bergairah. Suasana hening di dalam pondok seketika berubah menjadi erotis, suara decap-decapan bibir, erangan halus Aneesa, dan geraman Marcello memenuhi setiap sudut pondok. Marcello duduk di bangku kayu sementara Aneesa berada di pangkuannya, bibir mereka menyatu, lidah mereka berkelindan, sementara hasrat menguasai seluruh tubuh keduanya dan menuntut untuk dituntaskan.Ciuman mereka terjeda, keduanya saling menatap seraya mengatur napas dan tidak ada yang berbic
Last Updated : 2025-12-01 Read more