Baru saja selesai makan dan ingin angkat piring kotor ke westafel, Mante menahan langkahnya. Di depannya sudah duduk si jubah hitam sambil senyum di kulum menatap dirinya.“Kamu memanggil aku Mante, apakah kamu siap dengan tugas yang aku berikan?” si jubah hitam ini bertanya.“Aku hanya akan memusuhi Mamon Mante, tidak yang lain,” cetus Mante berikan jawaban saklak, seolah sebut hanya itu sasarannya kini.“He-he-he…sesuka kamulah, ambil kalung ini lagi dan bersiaplah jadi penguasa wilayah di sini lagi, juga gorok leher si Tiger itu, tapi kamu hati-hati, si Tiger juga punya guru yang hebat, kalau kamu apes, bisa saja malah kamu yang dia gorok...!” cetus si Jubah Hitam.Setelah berkata begitu, si kakek jubah hitam lenyap dan di atas meja makan kalung mestika teronggok.Tanpa ragu Mante pun memakai ke lehernya dan seketika wajahnya berubah dingin dan sorot matanya makin mencorong, mirip mata serigala.Tok…tok…Mante mendengar ada ketukan di pintu rumahnya, dia pun keluar dan saat di buka,
Terakhir Diperbarui : 2026-02-13 Baca selengkapnya