“Benar sekali Pangeran Mante, aku sedang menyusun kekuatan untuk merebut kembali Kerajaan Bhumi Salak dari raja yang tidak sah dan sangat kejam pada rakyat itu,” sahut si putri ini lembut.“Tenang tuan putri, aku dan Abangku akan siap membantu,” cerocos Raka bersemangat, hingga Nyai Jekini dan Nyi Kundir, juga Putr Dyah senyum….manis lagi.“Mari ikuti aku, kalian akan aku perkenalkan dengan Panglima Perangnya,” Putri Dyah turun dari peraduannya dan berjalan di depan Mante dan Raka.Kedua pemuda ini mencium bau wangi dari tubuh si tuan putri ini dan keduanya makin merasakan itu saat berjalan di belakangnya, mana jalannya gemulai pula, wooow.“Gileee bang, cakep banget, wangi pula, tapi agaknya dia naksir kamu bang, janda pula, tunggu apalagi, mainkan…?” bisik Raka menahan tawa.Mante hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan adiknya ini, cewek mulu di otaknya, pikirnya geli.Setelah di kenalkan, baik Mante dan Raka kagum juga dengan si panglima yang tinggi besar, tak beda jauh den
Terakhir Diperbarui : 2026-02-18 Baca selengkapnya