“Beatrice, bangun, kita sudah sampai di jalan raya,” kata Mante perlahan, lalu turunkan si cantik Beatrice ini dari pondongannya.“Udah sampai tuh, eh tadi kamu bilang apa Mante, Beatrice, siapa itu? Aku Alice tauu, kamu punya kekasih lainkah?” sentak si cantik ini.Kini gantian Mante yang kontan mangap bin melongo, masa Beatrice berubah jadi Alice? Pakaiannya masih sama persis, tapi wajahnya memang Alice 100 persen.“K-kamu bukan nya bibi nenek buyut Beatrice?” kata Mante lagi, yang kini bak orang linglung, masa iya ini Alice, bukannya dia kini masih di London?“Nenek buyut, hehh Abang Mante, pandang wajahku baik-baik, apakah aku ini Alice tunanganmu ataukah Beatrice yang kamu bilang nenek buyut itu?” Alice sampai muter-muter di depan Mante yang masih terbengong - bengong ini.“Kok bisa berubah yaah, sejak kapan kamu berubah? Dueeh, jangan-jangan aku lagi benaran stress ini!” keluh Mante, Alice yang ikutan bingung langsung rentak tangan Mante dan masuk ke taksi, yang mampir di dekat m
Ler mais