“Bolehlah lah…he-he-he,” kata Mante, maksudnya sih becandaan, tapi bikin mata Maya makin membulat.“Hmmm…oke kalau begicuuu, yuks ke kamar, aku mau lihat, apa benaran milik Abang sudah sembuh?” kata Maya perlahan (padahal..pura-pura), hingga Mante melongo.“Waduhhh…jadi aku sekalian boleh lihat donk milik kamu, apakah juga sembuh nihh, biar adil....?” sahut Mante makin nakal nihh.Maya…tiba-tiba berdiri dan klik mengunci pintu rumahnya, lalu dengan senyum yang tak lagi malu-malu, Maya kasih isyarat agar Mante mengikutinya.“Yuks Bang, ke kamar tamu ini ajah,” bisik Maya lagi, sambil berdiri dan membuka kamar di bagian depan ini, yang juga jadi kamarnya.“Ehhh tunggu dulu ibu kamu bagaimana, aku jadi nggak enak nihhh?” sahut Mante terkaget-kaget dengan ulah Maya yang di luar prediksi BMKG ini dan malah berubah jadi agak mendebarkan jakun, uhuiii.“Tenang ajah, ibuku mah paham kok!” bisik Maya mulai tak sabaran, hingga Mante bak kuda eh kerbau yang di cocok di hidung, mandah saja masuk k
Read more