Di mata Cipta, Bradford seolah-olah sudah berubah menjadi mayat.Dari belakang Cipta, hanya satu anak buah yang maju. Orang itu mengeluarkan pistol dari pinggangnya, segera mengisi peluru, lalu menodongkan ke dahi Bradford."Kalau nggak ingin dipukuli, ikut saja. Kalau nggak, aku bisa sarankan kakimu dipatahkan dulu sebelum kubawa pergi."Anak buah Cipta ini adalah seorang pria berusia 30-an berkumis, dengan suara dingin.Aulia dan Citra ketakutan setengah mati, bahkan Affan pun gemetar ketakutan.Namun, di balik rasa takut itu, Affan juga merasa senang. Sambil menyeringai, dia berkata, "Bocah, ayo bersikap sombong lagi. Kenapa diam saja? Siapa suruh kamu menentang Keluarga Yustisio? Kamu hanya akan mati!"Aulia meneteskan air mata, menatap Cipta sambil berkata, "Tolong jangan bunuh Pak Bradford. Aku bersedia menikah dengan Yanuar. Aku janji akan nikah, tolong lepaskan Pak Bradford."Cipta melirik Aulia, berkata dengan dingin, "Keputusanku nggak bisa diganggu gugat. Kalau aku bilang di
Magbasa pa