"Dua puluh satu, dua puluh dua, dua puluh tiga, dua puluh empat, dua puluh lima ...."Di Gang Jarayu, tiga gadis kecil sedang bermain lompat karet bersama. Sambil melompat, mereka berhitung dan menyanyikan lagu-lagu anak-anak, mengisi gang kumuh yang suram itu dengan keceriaan.Salah satu dari gadis kecil itu adalah Hasna, putri Divya, baru berusia lima tahun.Saat melompat, mata Hasna yang cerah menangkap sosok seorang kakek yang keluar dari sebuah rumah tak jauh dari sana. Rambutnya memutih, tubuhnya gemetar. Mata Hasna langsung berbinar dan dia berlari mendekat."Kakek Bernard, halo!"Bernard menatap Hasna, tersenyum hangat, lalu bertanya, "Kamu anak siapa?""Kakek Bernard, aku Hasna! Kakek lupa aku lagi!" Hasna cemberut, tidak terlalu senang. Dia mendengus dan menambahkan, "Nama mamaku Divya, murid Kakek dulu.""Oh, anaknya Divya ya. Divya sudah punya anak? Bukankah dia baru jadi guru di sekolah kita? Kapan dia nikah?" Bernard terlihat bingung.Saat ini, seorang wanita tua ikut kel
Read more