Drrttt .... Oek ... oek ...! Tangis Adipati pecah memenuhi kamar tengah malam itu. Suaranya nyaring, membuat suasana kamar Fairish dan Sultan yang semula tenang berubah begitu ramai. “Sayang ... udah, udah,” lirih Fairish sambil menggendong putranya yang terus meronta kecil di dalam pelukannya. Sementara itu, ponsel Sultan di atas nakas bergetar berkali-kali karena panggilan masuk. “Mas, HP kamu bunyi terus,” ucap Fairish pelan, masih berusaha menenangkan Adipati yang belum berhenti menangis. Sultan yang berdiri di pantry kecil kamar mereka tengah membuat susu hanya melirik sekilas ke arah ponselnya, lalu kembali fokus menuangkan susu ke dalam botol. “Takutnya penting,” lanjut Fairish. “Iya,” sahut Sultan singkat. Pria itu berjalan mendekat dan menyerahkan botol susu pada sang istri. Dengan cekatan Fairish langsung menyodorkan dot ke mulut kecil Adip
Baca selengkapnya