Pagi itu Kaisar sibuk menata sarapan di meja makan apartemen tempat Karin bersembunyi. Beberapa kotak makanan yang ia pesan dari luar tersusun rapi di sana. bubur hangat, roti panggang, susu, buah potong, juga makanan yang menurutnya aman untuk ibu hamil. Karena satu hal yang sangat ia sadari, ia sama sekali tidak punya kemampuan memasak. Karin yang baru keluar dari kamar langsung berhenti langkah begitu melihat meja makan sudah penuh. “Mas …,” gumamnya pelan. Ia berjalan mendekat perlahan. “Gimana keadaan Mami?” Kaisar menoleh sekilas, lalu menarikkan kursi untuknya duduk. “Mami membaik,” jawabnya tenang sambil membalik piring di depan Karin. “Apalagi setelah saya bilang kalau menantu kesayangannya baik-baik saja.” Karin terdiam sesaat mendengar kalimat itu. Menantu kesayangan. Entah kenapa dadanya langsung terasa sesak. “Beliau benar-benar khawatir sama kamu,” lanjut Kaisar sambil ikut duduk di samping istrinya. “Sama kamu dan anak yang kamu kandung.” Tatapan Karin perlah
Baca selengkapnya