“Selamat ya, Regan. Kamu mendapatkan juara satu.” Miss Delima tersenyum hangat sambil menyerahkan map rapot berwarna biru tua pada murid kesayangannya itu. Regan berdiri tegak di depan meja guru dengan senyum rapi di wajah tampannya yang sangat mirip sang ayah. “Terima kasih, Miss,” ucapnya sopan. “Sama-sama.” Miss Delima mengusap pelan puncak kepala bocah itu. “Pertahankan terus nilainya, ya.” Regan mengangguk mantap sebelum kembali ke tempat duduknya. Di sana, Djiwa sudah menunggu bersama Naren dan Ratu yang lebih dulu menerima rapot mereka. Begitu Regan mendekat, Djiwa langsung tersenyum bangga. “Selamat, Nak.” Ia menarik putra sulungnya mendekat, lalu mengecup singkat kening Regan penuh sayang. “Terima kasih, Mom,” balas Regan dengan senyum kecil. “Mas Regan hebat banget,” puji Naren tulus. Ratu ikut mengangguk cepat
Magbasa pa