Simon mendongak dan memperhatikan sedikit minyak di bibir Nayla.Dia tersenyum lembut, meraih tisu untuk mengusapnya dengan lembut. "Kamu sudah dewasa, tapi kadang-kadang masih seperti anak kecil."Suaranya sejak awal memikat, dan kini melembut menjadi bisikan rendah yang menggoda.Nayla menjadi berdebar, menatapnya dengan tatapan kosong.Pria ini sudah tampan, selalu lembut dan baik padanya pula. Penuh perhatian dan memanjakannya.Kini, saat menyeka mulutnya, dia tampak sangat lembut, membanjiri hati Nayla dengan kesan kasih sayang yang tak terhingga.Nayla buru-buru mengalihkan pandangan, menundukkan mata untuk menghindari tatapannya.Dalam perjalanan pulang, dia duduk di tepi kursi, menjaga jarak maksimal di antara mereka.Dia tampak lesu, sedikit pun tidak menunjukkan keinginan untuk berbicara.Simon menariknya lebih dekat dengan gerakan cepat, memeluknya erat di sampingnya. Dia menggenggam tangan Nayla, jempolnya menelusuri punggung telapak tangannya perlahan.Lembut dan penuh kas
Baca selengkapnya