LOGINNayla menjalin cinta selama lima tahun dan penuh gairah. Seluruh lingkaran elit Kota Hanka mengetahuinya, tetapi pada hari pengurusan surat nikah, dia malah dicampakkan. Dia langsung bersumpah untuk putus dan menjadikan tunangannya sebagai mantan pacar. Namun, karena sebuah telepon dari seseorang, Nayla yang diliputi amarah malah mengurus surat nikah dengan Simon, kakak kandung dari mantan pacarnya yang selalu memiliki hubungan dingin dengannya. ... Simon terkenal sebagai pewaris keluarga terkaya di Kota Hanka, juga mendirikan kerajaan finansial di luar negeri, seorang raksasa keuangan yang ditakuti banyak orang. Setelah menikah, dia sangat memanjakan Nayla dengan selalu menuruti segalanya. Nayla dihina oleh mantan pacarnya dengan mengatainya tidak berguna sama sekali. Simon langsung melayangkan pukulan hingga lawan jatuh, lalu berkata, "Istriku ini mutiara di telapak tanganku, harta di hatiku. Bagaimanapun dia, aku tetap akan memanjakannya. Kalau berani menghinanya lagi, enyah kamu dari silsilah Keluarga Jatmiko!" Bertahun-tahun kemudian, Nayla baru tahu bahwa pria yang dulu dia takuti ini sudah diam-diam mencintainya selama 10 tahun, sebuah rencana cinta yang sudah lama dipendam...
View MoreUang ini sebagai obat atas rasa tidak enaknya."Cuma-cuma? Walaupun kamu anak orang kaya, uang nggak tumbuh dari pohon. Yang namanya pinjam harus dikembalikan.""Lagi pula, semiskin apa pun aku, nggak boleh sampai miskin moral."Cia mengabaikan kata-katanya dan merasa berterima kasih, bahkan mengundangnya untuk makan malam dan belanja bersama esok hari.Karena Nayla kebetulan harus pergi ke kantor besok, dia setuju.Keesokan paginya, Nayla bersiap untuk keluar.Dia berpakaian seperti biasa, lembut dan anggun, dalam gaun bermotif bunga merah muda dan putih dengan potongan pas. Menonjolkan sosoknya yang ramping dan anggun.Kulitnya cerah, wajahnya halus, tubuhnya ramping, membuatnya tampak cantik dan memesona.Simon duduk di ruang makan, menatapnya dengan alis sedikit berkerut. "Pergi ke kantor sepagi ini?"Nayla berhenti di bawah tangga, menoleh ke arahnya. "Ya, aku ada rapat pagi ini. Terus ada janjian dengan Cia mau makan siang dan belanja.""Duduk dulu sini."Simon mengetuk-ngetuk ja
"Kenapa menatapku?"Simon menangkap pandangannya. Setelah selesai mengeringkan rambut, dia membalas pandangan itu dengan senyum kecil dan mata gelap yang tergelitik.Nayla begitu terlarut hingga dia tidak menyadari rambutnya sudah kering.Baru setelah mendengar teguran itu, dia mendongak tiba-tiba ke arah Simon. Wajahnya memerah dan dia cepat-cepat mengelak. "B-bukan apa-apa."Simon menyimpan pengering rambut, senyum tipis yang penuh arti terlukis di bibirnya. "Aku penasaran, apa kamu puas dengan penampilanku?"Nada suaranya menggoda, dan wajahnya yang tampan tampak lebih jelas dan mencolok di bawah cahaya lampu. Matanya yang dalam menjadi jurang yang tak terlihat dasarnya.Nayla semakin kesulitan memahami pikiran pria itu.Untungnya, dia sadar diri dan tidak terlalu memasukkannya ke dalam hati. Dia menjawab dengan tawa ringan, "Benar juga. Kak Simon memang terkenal karena ketampananmu. Tipe yang paling disukai gadis-gadis."Simon adalah alumni Universitas Hanka.Saat Nayla masih mahas
Austin melemparkan pandangan sinis kepada mereka, terutama kepada Simon.Seperti pohon tua yang akhirnya berbunga. Patut dirayakan!Mario meletakkan gelasnya dan memandang Simon dan berkata sambil memikirkan sesuatu. "Simon, bisa dibilang, mimpimu terwujud."Austin tersenyum penuh arti. "Oh, aku tahu ini. Sudah sepuluh tahun mimpi ini terpendam."Pikiran Simon melayang kembali pada senyum cerah dan polos itu, dan dia tidak bisa duduk diam lagi.Dia melirik jam tangannya dan tiba-tiba berdiri."Sudah malam, aku pulang dulu. Aku nggak mau dia menunggu terlalu lama."Austin terhenti sejenak. "Baru juga buka satu botol."Simon merapikan setelan jasnya dan mengangkat satu alis. "Sudah jadi suami harus sadar diri."Wajah Austin mengerut dengan ekspresi jijik, merasa muak dicekoki kemesraan orang lain.Mario tertawa pelan. "Ya sudah, pergi sana. Kami masih mau di sini."Simon mengangguk dan melangkah mantap meninggalkan ruangan pribadi itu.Setelah dia pergi, Austin menggelengkan kepala. "Hab
"Mulai sekarang, di luar jangan pernah bilang lagi kalau kamu adikku. Aku malu."Lalu dia berjalan pergi. Hawa di sekitarnya keangkuhan yang memandang rendah semua orang di dunia.Austin berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri, tapi akhirnya tidak bisa. Bibirnya berkedut tak terkendali. Bahkan Mario yang biasanya tenang pun tidak bisa menahan senyum di bibirnya.Keduanya melirik Hans sekali lagi, tampak acuh tak acuh, lalu mengikuti Simon pergi.Hans merasa sangat terhina, merasa seakan baru ditampar berkali-kali. Rasa perih pada harga dirinya membakar hebat.Mendengar pintu ruangan pribadi tertutup dengan keras di belakangnya, amarahnya meluap. Dia menghantamkan tinjunya ke atas meja marmer.Matanya gelap dengan kilatan buas dan liar. Dia ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi antara Simon dengan Nayla!Sebaiknya tidak ada apa-apa. Jika tidak, dia akan menyeret pria itu dari ketinggiannya sekarang dan menginjaknya-injaknya....Tiga pria itu memasuki klub, menuju ruangan pribadi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews