Secercah kepanikan terlintas di wajah Hans. "Nayla, aku seperti itu di matamu sekarang?"Nayla hanya menatapnya sambil mengamati aktingnya."Aku akui, Alma memang pernah menemuiku dan menjual perekam suara itu kepadaku. Aku nggak ingin kamu mengetahuinya, jadi aku membelinya. Tapi, saat itu pun aku nggak akan melakukan apa pun padanya, apalagi sekarang?""Karena dia menggunakannya untuk memerasmu, terus-terusan meminta uang, dan kamu marah lalu menculiknya, ya 'kan?" Nayla menatap matanya dengan saksama, dalam hatinya sudah menduga, tapi belum yakin apakah Hans terkait atau tidak.Hans tersenyum pahit. "Ternyata, aku orang seperti itu di matamu."Dia tiba-tiba mengacungkan tiga jari, bersumpah dengan sungguh-sungguh. "Aku sumpah nggak menculik Alma. Kalau aku bohong satu kata pun, aku rela kehilanganmu seumur hidupku. Dengan begini, kamu percaya padaku, 'kan?"Nayla mengabaikannya, meliriknya sebentar, lalu melenggang pergi tanpa bicara apa-apa lagi.Hans menyadari Nayla hendak pergi d
Read more