"Nggak bisa."Tangan Amanda berada di dada Mario, lalu dengan lembut mendorongnya.Namun, Mario tetap teguh seperti gunung, tangannya mencengkeram dengan kuat. "Hm? Cuma main-main saja?"Amanda mengernyit kesakitan.Dia pun langsung mengungkapkan pikirannya. "Dokter Mario, belum lagi soal restu keluargamu.""Kita baru pacaran kurang dari sebulan. Tinggal bersama secepat ini, nggak pantas, 'kan?"Mario mendekatkan wajahnya ke telinga Amanda, menghirup aroma tubuhnya, wajahnya penuh dengan ekspresi kenikmatan."Kamu nggak puas denganku?""Apa waktunya yang kurang, atau kurang dalam?"Bahkan orang dewasa pun akan tersipu mendengar ini.Telinga Amanda terasa panas, entah karena ucapan Mario yang terlalu blak-blakan, atau ....Karena napasnya yang menyapu sisi lehernya.Sensasi menggelitik dan panas.Amanda menghindarkan kepalanya ke belakang, menjauh dari rayuannya yang terlalu dekat, tanpa ragu sedikit pun tentang kegilaannya.Terutama dalam hal-hal "itu".Setiap kali, dia tampak seperti
Read more