Udara di kamar utama Mansion Morales terasa semakin menipis. Pendingin ruangan yang menyala senyap tidak mampu meredam hawa panas yang menguar dari tubuh kami bertiga.Aku masih terbaring di atas seprai sutra hitam, ditindih oleh Amanda. Ciumannya brutal, menuntut, dan penuh dengan kepemilikan. Dia menciumku bukan seperti sepasang kekasih yang saling merindu, melainkan seperti predator yang sedang menandai buruannya agar hewan lain tidak berani mendekat.Tangan Amanda meremas dadaku, kuku-kuku panjangnya yang bercat merah sesekali menggores kulitku. Napasku memburu, terseret ke dalam pusaran gairah gelap yang selalu berhasil dia bangkitkan. Obat di dalam darahnya membuat setiap gerakannya liar dan tak terprediksi.Di sudut mataku, aku bisa melihat Livia.Gadis itu meringkuk di tepi ranjang. Lututnya ditarik ke dada, matanya basah oleh air mata yang tertahan. Dia memalingkan wajah, tidak sanggup menatap pergumulan panas di depannya. Kepintarannya di gudang logistik tadi seolah menguap,
Last Updated : 2026-02-21 Read more