Sinar matahari pagi yang menembus celah tirai terasa menyilaukan, tapi aku enggan membuka mata.Dunia di balik kelopak mataku terasa jauh lebih indah. Aroma kamar ini adalah campuran yang memabukkan: wangi mawar dari sabun mandi Livia, wangi musk alami Amanda, dan aroma sisa percintaan kami yang menggantung tebal di udara.Di sisi kiriku, Amanda tertidur pulas dengan satu kaki menindih kakiku, napasnya teratur dan damai. Di sisi kananku, Livia meringkuk, kepalanya berbantal di lengan atasku, tangannya mencengkeram dadaku seolah takut aku akan menghilang jika dia melepaskannya.Ini adalah surga. Surga kecil yang kami bangun di tengah neraka bernama Veleno.Namun, kedamaian itu pecah bukan oleh suara ledakan, tapi oleh suara pergerakan kecil.Livia bergerak.Aku membuka mata sedikit, mengintip melalui bulu mata.Livia duduk di tepi ranjang, punggungnya yang polos terekspos, menampilkan kulit putih susu yang kini dihiasi beberapa tanda merah samar, karyaku dan Amanda semalam.Dia membung
Última actualización : 2026-02-14 Leer más