"Di Bandung cuma sebentar. Besok mau keliling dulu, lusa lanjut ke Surabaya," ujar Nanda, teman lama Abra.Abra mengangguk paham."Aku sama Abra sudah punya buntut. Mana istrimu, Ryan?""Masih on the way," jawab Ryan santai.Nanda terkekeh geli, lalu mengalihkan pandangannya kepada Abra."Iya… tapi jujur saja, dulu aku kira yang bakal kamu nikahi itu Aileen.”Abra membalik potongan daging di atas panggangan tanpa mengangkat kepala."Dan ternyata kamu salah," balasnya datar.Nanda terkekeh kecil."Serius, kenapa bisa? Kalian dulu best couple, lho."Sejenak suasana hening. Ryan memilih diam, sementara Abra tetap fokus pada daging yang mulai matang."Takdir," jawabnya singkat."Sepertinya istrimu lebih muda dari kita, ya?""Hmm,” balas Abra.Jawaban itu terdengar singkat. Bukan karena Abra enggan. Memang begitulah dirinya sejak dulu, seperlunya saja jika bicara. Tepatnya saat tak ada lagi yang bisa ia percaya selain dirinya sendiri.Di sisi lain, Serayu yang sedang mendengar percakapan i
Last Updated : 2026-08-03 Read more