Ketegangan di balik pintu itu memuncak hingga ke titik nadir. Talia berdiri kaku, menghalangi pandangan Chloe dengan tubuhnya.Matanya menyipit dalam kegelapan, mencoba menangkap bayangan apa pun melalui celah di bawah pintu. Gagang pintu itu sempat berderit keras, dipaksa oleh seseorang dari luar, namun kemudian segalanya mendadak hening.Keheningan itu justru lebih menyiksa daripada suara dobrakan. Chloe yang meringkuk di atas ranjang hanya bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berpacu liar.Ia bisa merasakan hawa dingin yang merayap dari lantai keramik, seolah bahaya sedang mengintip dari balik sekat kayu tersebut.Tiba-tiba, suara ketukan kembali terdengar. Kali ini bukan paksaan brutal, melainkan ketukan yang terburu-buru, berat, dan tidak beraturan."Buka! Talia, buka pintunya!" Sebuah suara berat membentak dari balik pintu.Talia tertegun. Ia mengenali otoritas dalam nada bicara itu. Suara Richard, ayah Dante."Talia! Cepat! Ini aku!" Suara itu kembali terdengar, kali in
Terakhir Diperbarui : 2026-02-02 Baca selengkapnya