Talia bangun pagi itu dengan rasa pegal di sekujur tubuhnya. Saat dia duduk di pinggir tempat tidur, matanya tertuju pada sepatu yang tergeletak di lantai. Ada bekas cipratan lumpur yang sudah mengering di sana. Padahal bajunya bersih, tapi sepatunya kotor sekali.Dia memegang pergelangan tangannya. Ada bekas memar tipis di sana, sisa dari genggaman kuat Kael semalam. Kejadian itu berputar lagi di kepalanya. Kael, pria dengan mata biru yang tajam itu, tiba-tiba menariknya sampai menjadikan tubuh pria itu tameng saat ada mobil ngebut yang menerjang genangan air di jalanan. Setelah memastikan Talia tidak basah kuyup, Kael pergi begitu saja tanpa bilang apa-apa.Siang harinya, saat Talia sedang bekerja, tiba-tiba seorang petugas pengantar makanan datang lagi ke tempatnya. Bau makanannya enak, tapi Talia merasa tidak mau menerima setelah memiliki kecurigaan mengenai pengirimnya."Pak, maaf, ini dari siapa ya?" tanya Talia sambil berdiri."Kurang tahu. Saya cuma disuruh antar ke sini," jaw
Last Updated : 2025-12-18 Read more