Gerrard merasakan kepalanya begitu sakit. Ponsel masih menempel di telinga, di seberang telepon, Wilson sedang menceritakan apa yang terjadi, hal apa yang tadi dia lakukan masih sambil sesegukan menangis. "Udah mau pulang, kenapa kamu malah nyari gara-gara sih, Wil?" desah Gerrard tidak mengerti. "Kamu nggak tahu gimana sakitnya kan, Mas?" tantang suara itu tidak terima dimarahi. "Garis besarnya mas paham, mas ngerti! Tapi kenapa nggak cut off aja, selesai! Kenapa harus kamu lakukan itu?"Siapa bilang Gerrard tidak paham? Rasa sakitnya dulu lebih dari itu! "Kalo dia tidak terima dan lapor polisi? Bisa jantungan mama, Wil!" desis Gerrard lirih, kepalanya makin sakit. "Pakai kondom kan, kamu?"Ini yang Gerrard takutkan, bagaimana kalau saking emosinya Wilson melupakan semua kewajiban bermain aman dan membuat gadis itu hamil nantinya. Ini akan semakin rumit dan panjang urusannya! "Nope! Udah nggak kepikiran kondom tadi." jawabnya santai, isaknya sudah tidak terdengar. "Astaga, Wil!
Read more