เข้าสู่ระบบDimanfaatkan oleh pacar rahasianya selama 10 tahun membuat Sherly melakukan kesalahan terbesar, yaitu tidur dengan konsulennya di pendidikan dokter spesialis. Masalah akan selesai jika itu hanya satu malam panas, tapi Dokter Gerrard, pria tampan nan matang yang menjadi idola departemen bedah itu justru menawarkan pertanggungjawaban--bahkan sampai melamarnya! Bagaimana kehidupan pendidikan spesialis Sherly jika konsulennya adalah suaminya sendiri?
ดูเพิ่มเติม"Siap?"Nara hanya mengangguk, jujur ia sedikit kesulitan melangkah, namun ada Wilson yang tak pernah melepaskan tangan darinya, membuat Nara akhirnya yakin dan tidak lagi mempermasalahkan geraknya yang sedikit terhambat ukuran perut yang mulai membukit ini. Ia menapaki tanah yang mengering, untung musim kemarau, Nara tidak membayangkan bagaimana jika ia datang di musim penghujan. Berbeda dengan makam papanya, makam mamanya terletak jauh ditempat lain, cukup masuk ke dalam dan tidak diistimewakan seperti makam papa dan leluhur Nara dari pihak mereka. Mata Nara memanas, sehina ini ibunya di mata mereka sampai ketika sudah tak bernyawapun, mereka memisahkan mereka cukup jauh. "Jangan khawatir, makam mama kondisinya sudah lebih baik. Orang suruhan Fai selalu datang buat bersihin makam mama." ucap Wilson sembari terus memperhatikan langkahnya, memastikan langkah Nara tetap seimbang. "Terimakasih banyak ya, Mas. Makasih udah lakuin semua buat aku." ucap Nara dengan hati menghangat. "
Nirina segera memburu sosok itu ketika ia melihat ada yang tidak beres padanya. Mata Nirina menangkap dengan jelas gestur tubuh sang menantu yang setengah terburu melesat masuk sembari menutupi mulut dengan tangan. Benar saja! Begitu Nirina masuk ke toilet, ia mendapati Nara tengah jongkok di depan kloset sembari menumpahkan semua isi perut di sana. "Astaga, Je! Kamu kenapa?" Nirina panik, berusaha membantu Nara yang muntah-muntah hebat sepagi ini. "To-tolong, Ma." pinta suara itu lirih. "Sini-sini! Pelan, ya?" dengan hati-hati Nirina membantu Nara bangkit. Wajah itu pucat pasi, dengan keringat membanjiri wajah. Tanpa banyak bicara, Nirina segera membantu Nara membersihkan diri, membawanya perlahan keluar dari toilet dan mendudukkan Nara di kursi tak jauh dari sana. "Telat berapa minggu, Je?" tanya Nirina lalu ikut duduk. Nara terkesiap mendengar pertanyaan itu. Matanya membulat dengan tatapan terkejut. "Udah kamu cek?" kejar Nirina tak peduli Nara belum menjawab pertanyaanny
"Nih, Pak!" Rifai menyodorkan koper itu ketika mengantarkan dokumen yang diminta ke unit apartment Wilson. Entah berapa ronde lelaki ini semalam, hari ini Wilson bilang ingin urus semua pekerjaan dari unit apartemennya. "Saya nggak nyenyak tidur ada dia di kamar, Pak. Takut dirampok orang." lanjut Rifai dengan wajah kecut. Wilson yang masih terbungkus bathrope dan nampak baru selesai mandi, hanya terkekeh sembari membawa koper itu masuk ke dalam kamar. Rifai mencebik, dasar bucin! Cerah sekali wajah bosnya itu pagi ini? Ah namanya juga mengulang momen malam pertama. Rifai menarik napas panjang, matanya melirik ke sekeliling unit. Sepi. Apakah Nara sudah pergi ke rumah sakit? Tapi itu bukan urusan Rifai, biarkan aja apapun yang hendak dilakukan keduanya, tugas Rifai hanya semua yang berhubungan dengan urusan kantor. "Sudah sarapan, Fai?" Rifai terkejut, Wilson sudah kembali muncul, kali ini ia nampak santai dengan celana selutut dan kaos warna putih bersih. "Baru
Rifai menatap gemas layar ponsel, sambungan telepon sudah terputus, menyisakan rasa dongkol bercampur geli yang akhirnya membuat Rifai terkekeh sembari geleng-geleng kepala. "Bucin kali bos-bos!" gerutu Rifai sembari merogoh rokok yang ada di saku celana. Bosnya itu sedang berada di sebuah hotel sekarang. Untuk apa? Tidak perlu dijelaskan, Rifai sudah tahu apa agenda sepasang suami-istri itu.Memang apa yang akan mereka lakukan setelah pengakuan cinta itu sukses dan mendapat jawaban yang sesuai dengan harapan Wilson? Ia melirik koper yang kini teronggok di samping dipan kamar kostnya itu. Kenapa rasanya horor sekali menatap koper yang beratnya setara tubuh anak belasan tahun itu? Meskipun isinya bukan tubuh anak-anak, tapi berat kepingan logam mulia itu sama! "Bau-baunya habis ini ada yang bakalan honeymoon." desis Rifai sembari membuka jendela lebar-lebar. Sejenak ia menatap langit gelap yang menggantung, suasana sekitar yang hening, membuat otak Rifai terlepas dari segala penat






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม