Setelah hampir seharian berada di udara, jet pribadi akhirnya mulai menurunkan ketinggian. Elena langsung menempelkan wajahnya ke jendela. Matanya membesar. Di bawah sana terbentang hamparan putih tanpa ujung. Pegunungan berselimut salju berdiri megah di bawah langit biru. Puncak-puncaknya menjulang tinggi menembus awan. Begitu indah,dingin dan putih hanya dengan melihatnya. "Kita benar-benar datang ke sini..." gumam Elena. Naras tersenyum tipis. "Selamat datang di Pegunungan Alpen." Tak lama kemudian jet mendarat di sebuah bandara kecil khusus wisatawan. Begitu pintu terbuka, angin dingin langsung menerpa. "WAAAAH!" Elena refleks menutupi wajahnya. Ia sudah mengenakan jaket tebal, syal, sarung tangan, dan penutup telinga berbulu putih. Tetap saja udara dingin itu berhasil membuat hidungnya memerah. Disampingnya, Naras justru terlihat tenang. Seolah suhu di bawah nol derajat bukan masalah besar. Saat Elena turun dari tangga pesawat, Naras bahkan tidak melepaskan tata
Baca selengkapnya