Pagi hari datang bersama sinar matahari hangat yang menyelinap masuk melalui celah tirai villa.Elena membuka mata perlahan.Beberapa detik ia hanya berbaring diam, menatap langit-langit kamar sambil mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.Dan saat ingatan itu mulai kembali, wajahnya langsung memerah."Ya Tuhan..."Refleks ia menarik selimut hingga menutupi wajah.Tubuhnya masih terasa lemas. Setiap kali mengingat bagaimana Naras menyentuhnya semalam, jantungnya kembali berdebar tidak karuan.Namun beberapa saat kemudian Elena menyadari sesuatu.Kamar ini terlalu sunyi.Ia menoleh ke sisi ranjang.Kosong.Bantal di sebelahnya pun sudah rapi.Seolah pemiliknya telah pergi sejak lama."Naras?"Tidak ada jawaban.Elena duduk perlahan lalu memandang sekeliling kamar.Tetap tidak ada siapa pun.Di atas nakas hanya terdapat secarik kertas kecil.Ia meraihnya dan sebuah tulisan tangan yang sangat dikenalnya langsung menyambut pandangannya."Ada urusan mendadak. Istirahatlah. Aku akan kem
Last Updated : 2026-06-12 Read more