ログインTanda tangan. Dan sepuluh miliar ini—jadi milikmu.” Elena tak pernah percaya pada uang tanpa syarat. Apalagi dari pria sedingin Kenan Adityawan. Tawaran itu sederhana sekaligus gila: menjadi istri kontrak Naras Adityawan selama lima tahun. Namun uang bukan satu-satunya umpan. Sebuah foto masa kecil mengungkap identitas yang selama ini terkubur—Elena Maheswari, pewaris Maheswara Group yang hilang. Demi kebenaran tentang keluarganya, Elena menerima kesepakatan berbahaya itu dengan satu syarat: Kenan tak boleh ikut campur. Masalahnya, pria bernama Naras Adityawan bukan sekadar suami kontrak. Dan beberapa keputusan… tak pernah bisa dibatalkan.
もっと見るMobil hitam itu melaju membelah jalanan kota yang mulai sepi.Lampu-lampu malam memantul di kaca jendela seperti garis cahaya yang terus bergerak.Di dalam mobil, suasananya jauh dari tenang.Justru terasa mencekam.Clarissa duduk diam sambil memeluk tas kecilnya.Elena menatap keluar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun.Sementara di kursi depan, Kenan terlihat fokus menatap jalan.Namun jemarinya mengetuk pelan pahanya sendiri.Kebiasaan kecil yang muncul saat pikirannya bekerja keras.Salah satu pengawal di kursi depan tiba-tiba menyentuh earpiece-nya.“Tuan.”Kenan mengangkat mata sedikit.“Ada satu mobil mengikuti dari tadi.”Elena langsung menoleh cepat."Dimana?”Pengawal itu melirik kaca spion.“Sedan hitam arah jam 6."Clarissa mulai terlihat pucat namun Kenan tetap tenang.“Sudah berapa lama?”“Sejak keluar dari apartemen nona Clarissa.”Elena perlahan menggenggam ujung bajunya sendiri.Entah kenapa, dadanya terasa mulai tidak nyaman.Kenan melirik spion sebentar.Dan ben
TOK TOK TOK.Ketukan pelan itu membuat Elena dan Clarissa langsung membeku.Suasana apartemen yang sejak tadi sunyi mendadak terasa menyesakkan.Elena refleks menoleh ke arah pintu.Clarissa berdiri perlahan dari sofa.Tak ada satu pun dari mereka yang bicara.TOK TOK.Ketukan itu terdengar lagi. Pelan dan tenang.Dan justru itu yang membuat bulu kuduk Elena meremang.Jangan-jangan…Naras?Tanpa sadar, Elena mundur satu langkah.Clarissa menelan ludah pelan sebelum akhirnya berjalan mendekati pintu.Tangannya berhenti di gagang pintu beberapa detik.Lalu perlahan—klik.Pintu terbuka sedikit.Dan keduanya langsung menghela napas bersamaan.Kenan.Pria itu berdiri tegak di depan pintu dengan setelan hitam yang masih rapi meski wajahnya terlihat lelah.Di belakangnya berdiri beberapa pengawal berpakaian serba hitam.Tatapan Kenan langsung jatuh pada Elena.Memastikan wanita itu benar-benar ada di sana.“Syukurlah,” gumamnya pelan.Elena mengerjap.Ia baru sadar, mungkin malam ini bukan
Apartemen Clarissa berada di lantai paling atas sebuah gedung mewah di pusat kota.Begitu lift pribadi terbuka, hamparan ruangan luas langsung menyambut dengan nuansa hangat dan elegan.Lampu gantung kristal memantulkan cahaya lembut ke lantai marmer putih mengilap. Dinding apartemen didominasi warna krem dan emas pucat, dipenuhi lukisan abstrak mahal yang tampak terlalu artistik untuk disentuh.Jendela kaca besar membentang dari lantai hingga langit-langit, memperlihatkan pemandangan kota malam yang dipenuhi cahaya.Semuanya terlihat sempurna.Mewah.Dan sunyi.Clarissa duduk di sofa panjang berwarna ivory sambil memegang gelas wine di satu tangan.Di meja depannya berserakan beberapa brosur wedding organizer dan contoh dekorasi pernikahan.Gaun. Bunga. Venue. Susunan tamu.Semua tampak indah.Namun tatapan Clarissa kosong.Pernikahan itu tinggal menghitung minggu tapi aneh sekali… ia bahkan tidak merasa gugup ataupun bahagia.TING.Ponselnya bergetar kecil di atas meja.Clarissa mel
Mobil Elena melesat keluar basement dengan suara mesin meraung kasar.CIIITTT—Ban bergesekan tajam di lantai beton sebelum akhirnya menghilang menuju pintu keluar.“Itu mobil Nyonya Elena!”Semua perhatian langsung teralihkan.“Kejar!” bentak salah satu pengawal.Beberapa mobil hitam langsung menyala hampir bersamaan.Di tengah kekacauan itu, Naras berdiri dengan napas tidak stabil.Tatapannya terpaku pada mobil yang semakin menjauh.“Elena…”Tanpa menunggu lagi, ia langsung masuk ke mobilnya sendiri.Mesin meraung.Dan iring-iringan mobil hitam itu melesat keluar basement mengejar umpan yang dibawa Reyhan.Suara ban, mesin ,langkah kaki.Semuanya perlahan menjauh.Dan basement kembali sunyi.Sangat sunyi.Beberapa detik berlalu sebelum tubuh kecil di kursi belakang mobil Reyhan akhirnya bergerak pelan.Elena mengangkat kepala perlahan.Napasnya gemetar.Tangannya dingin.Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.Sorot mata Naras tadi terus muncul di kepalanya.Dingin.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー