Fajar menghela napasnya secara pelan. Dia hentikan motor dipinggir jalan. Matanya menatap kosong ke arah kendaraan yang berlalu lalang. "Di mana kamu, Dek?" Lirih Fajar, mencoba mencari sosok Nisa. Fajar mencoba mengingat siapa saja kerabat dekat mereka. Akan tetapi, semua hubungan telah putus, saat Nisa mencoba meminjam sejumlah uang dengan nominal yang besar karena dirinya. Ya, semenjak kejadian itu, Nisa dan ibunya seolah hidup tanpa saudara. "Gak! Gak mungkin Nisa pergi ke rumah mereka," gumam Fajar dan kembali mengusap wajahnya dengan kasar. "Ke mana kamu, Dek? Kenapa tidak ada kabar?" Fajar memutuskan untuk berkeliling, mencari keberadaan Nisa. Pria itu berpikir, jika Nisa pergi dari rumah, karena tidak sanggup membayar uang sewa. Tapi, di mana mereka saat ini? Ke mana Nisa membawa putra dan ibunya untuk berteduh? Angin mulai berhembus, langit pun perlahan mulai menghitam. Udara sejuk pun mulai menyentuh kulit Fajar dan membuat tubuhnya terasa dingin. Semua tanda-tanda
Baca selengkapnya