LOGINMalam panas yang terjadi antara Fajar dan Amelia, membuat Nisa merasa jika pernikahannya telah pupus. Amelia yang terobsesi dengan Fajar pun, memberikan tawaran bersyarat yang sangat menggiurkan. Dimana Nisa harus bisa meyakinkan Fajar untuk menikahinya. Akankan Nisa akan berhasil memaksa Fajar untuk menikah dengan Amelia?
View MoreBuk Inem melihat rambut Nisa yang masih basah dan tergerai. Sudut bibirnya pun tertarik untuk membentuk sebuah senyuman. "Kenapa Ibuk senyum-senyum?" Tanya Fajar saat menuju ke dapur."Oh, enggak kok, gak papa," jawab Buk Inem masih dengan senyuman yang mengulum di bibir. Fajar mengernyitkan kening, melirik ke arah sang istri yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi."Ibu ke depan dulu, ya!" Pamit Buk Inem masih dengan senyum yang terkulum di bibir."Iya, Buk." Fajar mengangguk pelan, membalas senyuman buk Inem dengan bingung.Namun, beberapa detik selanjutnya, Fajar paham kenapa buk Inem tersenyum penuh arti kepadanya saat melihat Nisa. Ya, rambut Nisa yang basah terurai, sudah menandakan jika telah terjadi sesuatu di antara mereka berdua. Di tambah lagi, tanda cinta yang Fajar ciptakan mengintip malu dari sela-sela rambut yang hitam terurai. Fajar pun ikut tersenyum saat menyadari hal itu semua."Kenapa, Mas?" Tanya Nisa yang memang tidak menyadari apa yang telah terjadi beberap
Amelia mengepalkan tangannya erat, saat mendapatkan informasi tentang Fajar, di mana pria itu sudah bertemu dengan Nisa."Brengsek!" Amelia menggebrak meja dengan kepalan tangannya. Dia benar-benar geram mendengar jika Nisa telah membawa Fajar pulang.Cling ...Amelia melirik ke arah ponselnya yang berbunyi. Dia bergegas mengambil benda datar yang seukuran telapak tangan, saat melihat notifikasi atas nama Fajar. Dengan dada yang bergemuruh, Amelia membuka isi pesan tersebut."Maaf, malam ini aku tidak bisa pulang. Aku akan menginap bersama Nisa dan anakku."Ya, satu kalimat pemberitahuan yang dikirimkan oleh Fajar, berhasil membuat Amelia memendam amarahnya."Akkhhh ...." Pekik Amelia, sambil melempar ponsel yang ada ditangannya.Desi yang melihat kondisi ponsel Amelia saat ini hanya bisa menghela napasnya secara perlahan dan panjang. Melihat bagaimana wanita itu marah, Desi bisa menduga, jika Amelia terobsesi kepada Fajar. "Bagaimana mereka bisa bertemu?" Geram Amelia sambil memuku
Sudah seminggu berlalu, Fajar terus mencari keberadaan Nisa. Akan tetapi, wanita yang sudah bertahun-tahun menemaninya di saat suka dan duka masih belum juga dia temukan keberadaannya. "Kemana lagi aku harus mencari kamu, Nisa?" Gumam Fajar sambil mengusap wajahnya yang terasa lengket dan berminyak.Seharian berkeliling mengendarai motor, demi mencari keberadaan sang istri. Bahkan, untuk mengisi perutnya dengan sepotong kue saja, Fajar tak mampu. Uang yang saat ini ada ditangannya, hanya cukup untuk mengisi bensin saja. Ya, Fajar harus berhemat, karena saat ini dia tidak memiliki pekerjaan tetap untuk menghasilkan uang.Fajar menghela napasnya secara perlahan. Perutnya semakin terasa perih dan terus berbunyi, bahkan tenggorokannya juga mulai terasa kering. Seharian mencari keberadaan Nisa, tanpa meneguk setetes air dan sesuap nasi, membuat tubuh pria itu melemas. "Apakah aku harus meminta tolong kepada Amelia? Untuk mencari keberadaan mereka?" Gumam Fajar. Tapi, mengingat jika Ame
Fajar menghela napasnya secara pelan. Dia hentikan motor dipinggir jalan. Matanya menatap kosong ke arah kendaraan yang berlalu lalang. "Di mana kamu, Dek?" Lirih Fajar, mencoba mencari sosok Nisa. Fajar mencoba mengingat siapa saja kerabat dekat mereka. Akan tetapi, semua hubungan telah putus, saat Nisa mencoba meminjam sejumlah uang dengan nominal yang besar karena dirinya. Ya, semenjak kejadian itu, Nisa dan ibunya seolah hidup tanpa saudara. "Gak! Gak mungkin Nisa pergi ke rumah mereka," gumam Fajar dan kembali mengusap wajahnya dengan kasar. "Ke mana kamu, Dek? Kenapa tidak ada kabar?" Fajar memutuskan untuk berkeliling, mencari keberadaan Nisa. Pria itu berpikir, jika Nisa pergi dari rumah, karena tidak sanggup membayar uang sewa. Tapi, di mana mereka saat ini? Ke mana Nisa membawa putra dan ibunya untuk berteduh? Angin mulai berhembus, langit pun perlahan mulai menghitam. Udara sejuk pun mulai menyentuh kulit Fajar dan membuat tubuhnya terasa dingin. Semua tanda






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews