Sore itu, Nara tengah bermain bersama Dianisa di ruang tengah. Tawa kecil bayi sebelas bulan itu sesekali pecah, membuat suasana rumah terasa hangat. Dari arah dapur, Amelia sibuk memasak bersama bibi, aroma masakan rumahan menyebar lembut.Dianisa yang mulai belajar berjalan membuat Nara begitu antusias. Sudah hampir seminggu ini, setiap pagi dan sore, ia dengan sabar menuntun langkah bayi mungil itu, menahan tubuh kecilnya, memberi semangat di setiap langkah yang masih goyah itu.“Permisi, Mbak Nara. Dianisa waktunya makan," ucap Indri, pengasuh Dianisa pada Nara. Nara mengangguk namun bayi kecil itu masih terus melangkah. Tak mau berhenti. "Cantik... belajar jalannya berhenti dulu, ya..., waktunya makan,” ujar Indri berjongkok di depan Diania sambil datang membawa semangkuk nasi tim buatan Amelia. “Ayo, makan dulu. Mumpung masih hangat,” sahut Amelia dari dapur. Senyumnya merekah melihat cucu pertamanya semakin aktif.Meski sempat kecewa dan marah pada Aluna, kasih sayang Ameli
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-15 Mehr lesen