Neilson kembali membungkuk, gerakannya pelan dan penuh kehati-hatian. Bibirnya menyentuh bibir Lyra dengan sentuhan lembut, lalu bergerak perlahan, ringan, nyaris ragu, namun cukup untuk mengguncang detak jantung mereka berdua. Napasnya terasa berat, tapi ia menahan diri, membiarkan momen itu mengalir tanpa terburu-buru.Udara hangat dari napas Lyra berpadu dengan napasnya sendiri, menciptakan keheningan yang intim di kamar remang itu.Lyra menghela napas pelan dalam tidurnya, kepalanya sedikit miring. Tanpa sadar bibirnya bergerak membalas, perlahan dan samar, seperti refleks dari perasaan yang selama ini terpendam dalam hatinya. Ada kejujuran murni dalam gerakan itu, tidak ada rencana, tidak ada pertimbangan, hanya naluri yang mengambil alih.Sentuhan lembut itu merambat ke dada Neilson, membuatnya merasakan getaran halus menjalar ke seluruh tubuhnya. Kelopak matanya terpejam perlahan, seakan ia membiarkan dirinya hanyut, membiarkan momen itu bertahan sedikit lebih lama dari yang se
Terakhir Diperbarui : 2025-12-27 Baca selengkapnya