MasukLyra Florency dipaksa menikah demi kepentingan bisnis keluarga. Terjepit tanpa pilihan, Lyra akhirnya menerima tawaran pernikahan kontrak dari Neilson Alexander. Pernikahan itu hanya sebatas status, tanpa cinta, tanpa ikatan, dan harus dirahasiakan dari semua orang. Beberapa jam setelah pernikahan, Lyra mendapati kenyataan mengejutkan. Neilson, suami rahasianya—kini berdiri di hadapannya sebagai dosen barunya.
Lihat lebih banyakLyra menggeleng perlahan, berusaha meredakan kegelisahan yang terlihat jelas di wajah Neilson. Ia mengangkat satu tangannya, seakan memberi isyarat bahwa semuanya masih terkendali.“Aku tidak apa-apa,” jawabnya pelan, lalu menambahkan dengan nada sedikit ragu. “justru ... aku yang menyakiti Erina.”Ucapan itu membuat Neilson terdiam sejenak, sorot matanya berubah lebih dalam seolah mencoba membaca keadaan yang sebenarnya.Namun, alih-alih marah atau terkejut, sudut bibirnya justru terangkat tipis. Tangannya terulur, menyentuh rambut Lyra dengan lembut, mengusapnya perlahan seperti menenangkan anak kecil yang gelisah.“Kamu yang menyakiti?” ulangnya pelan, nada suaranya rendah namun tidak menekan.Tatapannya turun sejenak, memastikan Lyra benar-benar baik-baik saja tanpa luka sedikit pun, ada kelegaan samar yang terselip di balik sikap tenangnya. Kemudian ekspresinya berubah lebih serius, alisnya sedikit berkerut.“Kenapa kamu tidak datang dengan pengawal?” tanya Neilson dengan nada le
Setelah menandatangani kontrak itu, Erina langsung menyerahkannya kepada Neilson dengan gerakan penuh percaya diri. Senyum tipis masih terukir di wajahnya, seolah ia baru saja memenangkan sesuatu yang besar. “Ini, aku sudah menandatanganinya,” kata Erina dengan suara mantap di tengah sorotan kamera. Neilson menerima berkas itu tanpa banyak reaksi, matanya menelusuri isi kontrak dengan cepat. Ia memeriksa tanda tangan di bagian akhir, memastikan semuanya sesuai tanpa cela. Setelah memeriksanya, ia menutup berkas tersebut dan menyerahkannya kembali pada pengawal di sampingnya. Tatapannya kembali tertuju pada Erina, dingin namun penuh arti. “Mulai hari ini, kita resmi bekerja sama.” Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada rendah. “Dan kontrak itu berlaku ... mulai malam ini.” Erina tersenyum lebar mendengar itu, jelas tak bisa menyembunyikan rasa puasnya. Ia mengangguk tanpa ragu, menerima pernyataan itu dengan penuh keyakinan. “Aku setuju,” jawabnya ringan. “Aku tidak a
Neilson melirik sekilas ke arah para tamu yang mulai tenggelam dalam spekulasi liar. Suara bisik-bisik mereka terdengar seperti riak yang tak terkendali, masing-masing membangun cerita sendiri. Namun, wajah Neilson tetap tenang, nyaris tak terbaca. Ia memilih diam, membiarkan rumor itu tumbuh, setidaknya sampai waktunya tiba. Ia kembali mengalihkan pandangannya pada Erina yang berdiri di sampingnya. Tatapannya tajam, namun suaranya tetap datar saat akhirnya ia membuka suara. “Jadi ... kamu serius ingin bekerja sama denganku?” Pertanyaan itu membuat Erina tersenyum lebar, ia telah menunggu momen tersebut. Ia sedikit mendekat, menatap Neilson dengan penuh keyakinan. “Tentu saja, Neilson,” jawabnya tanpa ragu. “Apalagi ... aku ingin kembali dekat denganmu.” Beberapa orang langsung menahan napas mendengar jawaban itu, sementara kamera kembali berkilat menangkap ekspresi keduanya. Akan tetapi, Neilson hanya menyeringai tipis, bukan karena terpengaruh, melainkan seperti seseorang yan
Seluruh aula seketika dipenuhi gumaman ketika Erina berdiri di atas panggung di samping Neilson. Banyak yang saling bertukar pandang, jelas tidak menyangka ada seseorang yang berani mendekat begitu saja di momen sebesar ini.“Wanita itu benar-benar nekat,” bisik salah satu tamu dengan nada kagum sekaligus heran.Beberapa pengusaha lainnya justru hanya tersenyum, seolah sudah menduga sikap berani itu dari Erina.Di sisi tangga panggung, para pengawal sudah bersiaga dengan posisi tegang. Tatapan mereka bergantian antara Erina dan Neilson, menunggu satu isyarat kecil untuk bertindak.Namun Neilson tetap diam, berdiri tegak dengan ekspresi datar tanpa menunjukkan reaksi apa pun. Keheningan itu justru membuat suasana terasa semakin menekan.Sang MC yang ikut terkejut segera melangkah maju, mencoba menyelamatkan alur acara. Ia tersenyum lebar, meski jelas ada sedikit kegugupan di baliknya.“Wah, ini benar-benar di luar dugaan,” ucapnya dengan nada ringan. “Baru saja diperkenalkan, sudah la
Lyra duduk tegak di kursinya, punggungnya sedikit kaku. Beberapa kali ia menelan ludah, berusaha menenangkan diri. Pandangannya sempat turun ke pakaiannya yang hanya mengenakan kemeja sederhana yang melekat di tubuhnya sejak pagi. Ia sama sekali tak menyangka Neilson akan membawanya ke restoran se
Lyra terdiam sesaat mendengar pertanyaan Neilson. Ia sedikit mengernyit, berusaha memahami maksud pria itu. Di benaknya, ia menelusuri hari-hari terakhirnya, mencoba mencari masalah yang mungkin terlewat. Namun, tak ada apa pun yang terasa benar-benar berat atau genting.Neilson kembali
Kalimat itu meluncur dari bibir Lyra dengan suara rendah, hampir seperti bisikan. Tidak ada kemarahan di sana, tidak pula nada tinggi. Justru karena diucapkan setenang itu, setiap katanya terasa lebih tajam dan menekan. Udara di antara mereka seketika membeku.Lyra mengangkat wajahnya pe
Grey yang baru saja meneguk minumannya langsung tersedak. Cairan itu tersembur keluar, membuatnya terbatuk keras. Ia menepuk dadanya beberapa kali, wajahnya sedikit memerah sebelum akhirnya menoleh tajam ke arah Lyra.“Apa ...?” suaranya serak. “Apa yang barusan Kakak Ipar katakan?”Lyra membeku. D






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak