LOGINLyra Florency dipaksa menikah demi kepentingan bisnis keluarga. Terjepit tanpa pilihan, Lyra akhirnya menerima tawaran pernikahan kontrak dari Neilson Alexander. Pernikahan itu hanya sebatas status, tanpa cinta, tanpa ikatan, dan harus dirahasiakan dari semua orang. Beberapa jam setelah pernikahan, Lyra mendapati kenyataan mengejutkan. Neilson, suami rahasianya—kini berdiri di hadapannya sebagai dosen barunya.
View More“Nathan cuma mau pelgi kalau Mama juga pelgi!” seru Nathan dengan suara lantang. Meski pelafalannya masih cadel, nada bicaranya tegas dan penuh penolakan. Ia segera menjatuhkan diri duduk di lantai, lalu menyilangkan kedua tangannya di dada dengan ekspresi keras kepala. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada yang bisa mengubah keputusannya. Ethan yang melihat itu langsung meniru tanpa ragu. Ia duduk di samping Nathan dengan gerakan sedikit goyah, lalu ikut menyilangkan tangannya. “Ethan jugaa ...,” katanya pelan. “Nggak mauu pelgi ...,” tambahnya dengan bibir mengerucut. Grey tak bisa menahan tawanya melihat tingkah kedua anak itu. Ia menyandarkan tubuhnya santai sambil melirik ke arah Neilson, jelas menikmati situasi tersebut. Wajahnya dipenuhi ekspresi geli, seolah menemukan hiburan dadakan di pagi hari itu. Ia lalu menggeleng kecil sebelum kembali menatap ke arah keponakannya. “Wah, gimana ini?” godanya ringan. “Sepertinya Kakak nggak jadi menikmati waktu berdua.” Neilson
Lyra berdiri di sisi ranjang sambil merapikan beberapa pakaian kecil milik Nathan dan Ethan ke dalam tas. Gerakannya rapi dan teratur, sesekali ia memastikan tidak ada yang tertinggal.Di atas ranjang, kedua anak kembarnya masih terlelap dengan posisi berantakan, selimut mereka sudah bergeser ke sana kemari. Pemandangan itu membuat sudut bibir Lyra terangkat, hangat dan penuh kasih.Ia memandanginya lebih lama ke arah mereka, lalu melangkah mendekat dengan langkah pelan. Tubuhnya sedikit membungkuk, tangannya mengusap lembut kepala kecil mereka.“Nathan ... Ethan ... bangun, sayang,” ucapnya lembut. “Kita mau pergi ketemu kakek, sebentar lagi kita berangkat.”Nathan adalah yang pertama merespons. Ia mengerjap pelan, lalu meregangkan tubuhnya dengan gerakan malas sebelum akhirnya duduk di atas ranjang.Namun, matanya masih terpejam rapat, kepalanya sedikit terangguk ke depan seperti menahan kantuk yang belum pergi.Lyra tak bisa menahan tawa kecil melihat itu. “Nathan ... kamu bangun a
“Pangeran Allain akhirnya menarik pedangnya,” ucapnya pelan. “Ia melawan penyihir jahat dan berhasil mengalahkannya.”Lyra menatap kedua anaknya dengan senyum hangat. “Rakyat kerajaan Arcania pun selamat, dan mereka semua hidup bahagia.”Lyra menutup halaman terakhir buku cerita dengan lembut. Suaranya merendah, seolah ikut tenggelam dalam akhir kisah yang baru saja ia bacakan.Nathan yang sejak tadi menyimak dengan serius langsung mengangkat kepalanya. Matanya berbinar terang, wajah kecilnya dipenuhi semangat dan kekaguman yang belum pudar.“Nathan mau menjadi seperti pangeran Allain!” serunya dengan pelafalan yang masih sedikit cadel.“Nathan mau lindungin semuanya!”Ethan yang berbaring di sampingnya ikut bergerak, meski kelopak matanya mulai terasa berat. Ia memaksakan dirinya bangun sedikit, tidak ingin kalah dari saudara kembarnya.“Ethan jugaaa …,” ucapnya pelan. “Ethan jadi pangeran ... jagain Mamaa ....”Lyra tersenyum lebih lebar mendengar itu. Ia mengulurkan kedua tangannya
Satu tahun kemudian. “Ma i… nain … punyaku!” “Nggaaa … punyaku!” Dua anak kembar itu saling melotot dengan wajah mungil yang sama-sama mengerucut cemberut. Tangan kecil mereka mencengkeram satu mainan yang sama, menariknya ke arah masing-masing tanpa mau mengalah sedikit pun. Tarikan mereka tidak kuat, tetapi cukup untuk membuat mainan itu bergoyang ke kanan dan ke kiri, seperti ikut bingung harus memilih siapa. Salah satu dari mereka akhirnya melepaskan pegangannya dengan kesal. Ia berdiri dengan gerakan sedikit goyah, tubuhnya sempat miring sebelum kembali seimbang, lalu menunjuk ke arah dapur dengan mata berbinar penuh ide. “... Mamaa punyaku!” serunya dengan suara cadel yang masih belum jelas. Ia langsung melangkah cepat menuju dapur tempat Lyra berada. Langkahnya pendek-pendek dan belum stabil, kadang hampir tersandung, tetapi semangatnya membuat ia tetap melaju seperti berlari kecil. Melihat itu, saudara kembarnya langsung panik. Ia buru-buru bangkit, hampir kehilangan k
Lyra terdiam, jelas terkejut oleh ucapan Neilson barusan. Seingatnya, ia tak pernah menandatangani kontrak apa pun dengan perusahaan mana pun, bahkan soal magang pun belum pernah ia pikirkan. Dadanya terasa sesak oleh kebingungan yang datang secara tiba-tiba.Theo tersenyum tipis melihat kemunculan
“M—Mr.Neil itu ... Kak Alex?” Suara Lyra terdengar bergetar saat keluar dari bibirnya. Matanya membesar, seolah potongan ingatan yang selama ini tercerai kini dipaksa menyatu. Napasnya terasa berat ketika kesadaran itu menghantamnya tanpa ampun.Pantas saja sejak awal wajah Neilson terasa begitu t
Lyra terdiam cukup lama setelah mendengar penjelasan Grey. Memang benar, secara teknis Grey adalah adik iparnya, tetapi pernikahannya dengan Neilson hanyalah kontrak, sesuatu yang seharusnya tidak dianggap sebagai ikatan keluarga sesungguhnya.Pikiran itu membuat hatinya kembali bimbang, seolah ia
Rahang Neilson mengeras saat matanya menatap wanita di depannya. Sorot matanya tajam, memancarkan kebencian yang sulit disembunyikan. Ia menahan napas sejenak sebelum akhirnya membuka suara.“Erina ... kenapa kamu ada di sini?” tanyanya singkat, nada suaranya dingin dan tegas.Erina membalas dengan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore