Nicolas mengulum senyum. “Kalau begitu buktikan!” tantang Nicolas.Xavier mendengus kesal. “Kamu sengaja kan memprovokasi ku,” desisi Xavier. Wajahnya masih merah padam karena kesal.Nicolas tersenyum lebar. Tangan kirinya memukul bahu Xavier. “Jika aku tidak memprovokasi mu, kamu akan tetap jalan ditempat,” ucapnya.“Dengarkan aku Xav, kamu dan papamu dua orang yang berbeda. Benar darah papamu mengalir di tubuhmu, tapi itu bukan alasan kamu akan memiliki sikap seperti papamu,” ujar Nicolas.“Sekarang aku tanya, selama kamu dekat dengan Zoe, apa kamu pernah menyakitinya, misalnya memukul atau mengatakan kata-kata yang bisa membuatnya sakit hati?” tanya Nicolas.“Tidak,” jawab Xavier singkat. “Hanya saja ketika dia meminta kepastian, aku selalu memintanya untuk menunggu,” imbuhnya.Nicolas menghela napas. “Menunggu?” ulang Nicolas. “Kamu tahu, menunggu adalah hal yang paling menyakitkan untuk sebuah hubungan, Xavier. Jadi berhentilah meminta Zoe menunggu. Katakan padanya bahwa kamu ju
Last Updated : 2025-12-09 Read more