Zoe menelan ludahnya susah payah. Kepalanya beberapa kali menoleh ke belakang, pintu sudah kembali tertutup saat Adam keluar dari ruangan Xavier.Zoe melangkah perlahan mendekati Xavier yang masih duduk di kursi kebesarannya. Mata pria itu terus tertuju padanya, tajam dan mengintimidasi.“Aku bisa jelaskan,” kata Zoe. Suaranya lirih seperti tikus terjepit pintu.“Jelaskan?” Tangan Xavier melambai, meminta Zoe untuk duduk di pangkuannya.Tak memiliki pilihan lain, Zoe duduk di pangkuan Xavier. Matanya takut-takut menatap Xavier. Tangannya bahkan sudah berkeringat, padahal Xavier sama sekali belum melakukan apapun padanya.“Luka pada bibirmu bahkan belum sembuh, tapi sepertinya ingatanmu sudah mengabur.”Zoe langsung menggeleng. Meski nada suara Xavier terdengar pelan, tapi ia tahu bahwa Xavier menyimpan kemarahan di dalam hatinya.“Biarkan aku menjelaskannya,” kata Zoe membalas ucapan Xavier.“Baiklah, jelaskan! Aku tidak akan menghukummu jika aku puas dengan jawabannya, tapi sebalikn
Terakhir Diperbarui : 2025-11-27 Baca selengkapnya