“To–tolong….” Zoe memegang tenggorokannya yang terasa panas dan tercekik. Arabella bukan membantu, dia justru tersenyum miring, mendekat pada Zoe yang tergeletak di lantai tanpa melakukan apapun. Matanya menyipit, garis lengkung pada bibirnya membentuk sebuah tawa lebar. Ketakutan yang tadi dirasakannya kini bercampur dengan perasaan senang karena misinya telah selesai. Ia tidak akan dikejar lagi. Hidupnya akan terbebas dari beban setelah ini.“Maaf, aku tidak bisa membantumu Kak. harusnya kamu bisa bersikap lebih baik padaku,” ucap Arabella dingin.Mata Zoe membulat, napasnya naik turun hampir putus. Rasa panas di tenggorokannya semakin menyiksa seolah tak ada oksigen yang bisa dihirupnya. Suaranya tak lagi bisa keluar meski ingin. Bibirnya hanya terbuka, tapi tidak mengeluarkan suara. Kala Arabella pergi meninggalkannya begitu saja, ia hanya bisa menatap kosong dengan harapan akan ada yang datang membantunya.Suasana mulai terasa hening, penglihatannya mulai kabur dan berangsur gel
Last Updated : 2025-11-18 Read more