“Kenapa, apa kamu merasa kecewa karena aku tidak melakukan apapun padamu?”Pertanyaan menyebalkan yang keluar dari mulut Xavier membuat Zoe mencebikkan bibirnya. Tadi otaknya memang sempat mengarah ke hal yang tidak-tidak. Bukan salahnya dia bisa memiliki pemikiran seperti itu, Xavier yang kerap melakukan hal-hal intim tanpa melihat situasi dan kondisi, adalah salah satu alasannya kenapa otaknya selalu mengarah ke hal yang berbau negatif.“Sudahlah, jangan marah lagi. Aku akan menebus semuanya jika kita pulang nanti,” kata Xavier menambahkan.Zoe yang tadinya menatap langit-langit ruang rawat inapnya seketika memutar tubuhnya menatap Xavier. Lagi-lagi bibirnya mencebik kesal. Xavier memang selalu seperti itu, selalu tahu caranya membuat ia kesal.“Ha ha ha…aku hanya bercanda, Sayang. Sebaiknya sekarang kamu tidur, oke?”Sayang…?Satu kata sederhana yang mampu membuat pipi Zoe memerah malu. Sejak bersama dengan Xavier hingga sekarang, baru kali ini dia mendengar Xavier memanggilnya ‘Sa
Last Updated : 2025-11-18 Read more