“Ace…? Ini… maksudnya...?”Setelah cukup lama terdiam menatap Felisha, akhirnya Matthew kembali bersuara. Tatapannya bergantian antara Ace dan Felisha, mencoba memahami situasi yang terasa begitu tiba-tiba.Felisha sebenarnya ingin menjelaskan, namun belum sempat membuka suara—“Kami baru saja menikah.”Ucapan Ace mendahuluinya dengan tenang.“Apa?!” Matthew terbelalak. “Menikah?”“Iya.” Ace mengangguk santai, seolah itu hal yang sangat sederhana. “Kami menikah di gereja. Tanpa pesta. Tanpa tamu undangan. Selesai.”Ia melirik Felisha sekilas, seakan memastikan gadis itu tidak keberatan dengan penjelasannya.Felisha tersenyum tipis, meski rasa kikuk masih jelas terlihat di wajahnya.“Maafkan aku, Tuan Matthew,” ucapnya pelan, nada suaranya penuh rasa sungkan. “Sebenarnya aku ingin kau juga hadir di pernikahan kami. Tapi…”“Kami ingin semuanya cepat selesai,” potong Ace, membantu menyelesaikan kalimatnya.Matthew kembali terdiam. Ekspresinya kini campur aduk—antara bahagia, terkejut, da
Read more