Sean diam, memakan sarapan tanpa semangat. Dia masih kepikiran dengan kepergian Olivia dan masalah perceraiannya. Dia tidak pernah membayangkan hal ini akan mengusik ketenangannya. Hingga dia mendesah kasar dan berdecak kecil.“Kenapa, Sean?” tanya Charles yang duduk di depan Sean.Sean yang ditanya pun menatap ke arah sang papa. Dengan lesu dia menjawab, “Aku benar-benar buntu, Pa. Aku bingung, bagaimana harus menaklukan Olivia? Sedangkan sampai sekarang aku belum menemukannya. Semalam aku ke rumah Simon, tetapi dia juga tidak ada di sana.”‘Bonusnya mukaku yang babak belur,’ batin Sean. Dia tidak berani mengatakan dengan sang papa jika pelaku yang melukai wajahnya adalah Simon. Kalau sampai tahu, papanya pasti akan mengamuk lagi,“Kalau kamu mencari di rumah Simon, jelas tidak ada, Sean. Olivia bukan orang bodoh yang mau tinggal di rumah Simon dengan ikatan mereka sekarang,” kata Charles.“Kalau begitu, kemana aku harus mencarinya? Di apartemen tidak ada juga,” sahut Sean. Dia sudah
Read more