“Simon.”Simon yang baru menapak di anak tangga terakhir langsung berhenti dan membuang napas kasar. Dengan perasaan kesal, dia membalikkan tubuh, menatap ke arah mamanya berada. Padahal dulu wanita itu jarang sekali datang, tetapi entah kenapa sekarang malah sering muncul di rumahnya, membuat Simon tidak sebebas dulu lagi.“Kesini,” kata Gauri dengan tenang.Mau tidak mau, Simon melangkah ke arah mamanya berada. Ekspresi wajahnya tidak berubah sama sekali. Bahkan kali ini tampak dingin dan lebih datar lagi. Melihat Tiara yang sudah ada di samping sang mama, Simon tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.“Ayo sarapan bersama. Tiara sudah membawa makanan dan kamu harus mencobanya,” kata Gauri lagi.“Iya, Simon. Kamu harus coba karena ini buatanku sendiri,” imbuh Tiara.Entah masak sendiri atau asisten rumah tangga yang memasak, Simon tidak peduli. Dia tidak menyukai Tiara dan sudah mengatakan sejak awal. Kalau wanita itu dan mamanya masih memaksa, itu urusan mereka. Sekarang, Simon lebi
Last Updated : 2025-12-11 Read more