Aldean melangkah tenang menuju tangga, tubuh Celine masih aman dalam gendongannya.“Om, turunin aku… Om gila!” bisik Celine setengah panik, setengah tertawa, jantungnya deg-degan tak karuan. “Kita di rumah, Om! Kamar Kayra juga di atas, nanti dia tahu!”Aldean berhenti di satu anak tangga. Menunduk sedikit, bibirnya nyaris menyentuh telinga Celine.“Kalau gitu… berhenti berisik,” bisiknya balik, suaranya rendah, hangat, dan sangat berbahaya.Celine langsung refleks menutup mulutnya sendiri. Matanya menatap kesal.“Om… aku takut ketahuan Kayra, sumpah. Turunin aku,” bisiknya lagi.Aldean tak menggubris. Langkahnya kembali naik, tenang, seolah dunia baik-baik saja.“Enggak,” katanya lirih.“Om.”“Enggak, Cel.”“Om Dean…”“Celine.”Satu panggilan itu sukses membuat tubuh Celine kaku. Ia menggembungkan pipi, lalu membisikkan protes kecil di leher Aldean.“Om keterlaluan…”Aldean hanya tersenyum tipis, lalu melanjutkan langkah ke kamarnya. Sesampainya di depan pintu, ia membukanya perlahan
Last Updated : 2025-12-07 Read more